Wakil Presiden RI Jusuf Kalla pada pembukaan perdagangan saham di BEI, Jakarta, Selasa (2/1).

Jusuf Kalla :Tahun Politik Tak Ganggu Stabilitas Ekonomi

[sc name="adsensepostbottom"]

Tidak ada bukti selama tiga kali tahun politik ada kerusuhan yang berdampak pada ekonomi.

Wakil Presiden Jusup Kalla memastikan, tahun politik tidak akan mengganggu stabilitas pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Menurutnya, tidak ada bukti selama tiga tahun politik terjadi kerusuhan dan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Orang selalu bilang tahun politik ada ini, itu. Tidak ada bukti bahwa selama tiga kali tahun politik ada kerusuhan, tidak sama sekali. Itu hanya pikiran-pikiran masa lalu,” kata Jusuf Kalla saat membuka perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (2/1).

Dijelaskan JK, sistem kampanye pada masa kini dan masa dahulu sudah berbeda. Dahulu, kampanye dilakukan dengan mengumpulkan masa di lapangan dan jalan. Sedangkan, pada masa kini kampanye tidak lagi di jalan melainkan melalui media sosial (medsos).

”Jadi berbeda tahun politik yang lalu dengan yang sekali. Insha Allah tidak terjadi benturan-benturan,” ujar Jusuf Kalla seperti dilansir dari Republika, Selasa (2/1).

Menurutnya, kondisi poltik yang menanas di sejumlah wilayah tidak akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di dalam negeri. Memang, pasar ekspor bisa terpengaruh namun Indonesia memiliki pasar yang besar.

Kalau terjadi masalah minyak di negara-negara lain, sebut dia, biasanya harga minyak akan naik. Kalau minyak naik, maka harga batu bara biasanya ikut naik juga. Jadi semua faktor-faktor mempengaruhi ekonomi pasti baik.

Sejauh ini,  indikator pertumbuhan ekonomi masih positif. Namun pertumbuhan ekonomi Indonesia masih belum sesuai harapan dan tertinggal dari negara lainnya.

Jusuf Kalla pun masih mempertanyakan masalah yang terjadi  dalam pertumbuhan ekonomi, apakah anomali atau pencatatan data. “Jadi mungkin nanti kita diskusi panjang dengan BPS (Badan Pusat Statistik), sebenarnya tinggal cara menghitung. Kenapa negara yang lain itu lebih tinggi daripada kita, padahal indikator dalam negeri kita positif untuk suatu perubahan ekonomi,” pungkasnya.