Peluncuran Kampung Digital di Bima, Senin (12/4).foto:dok Kemenkop dan UKM.

Kampung Digital Kota Bima Diluncurkan

[sc name="adsensepostbottom"]

Kampung Digital sebagai klinik bisnis diharapkan dapat berperan dalam pendampingan Koperasi Usaha Kecil Menengah (KUKM).

Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (Plut) Koperasi Usaha Kecil Mikro dan Menengah (KUMKM) Kota Bima dan Kampung UKM Digital Kota Bima di Bima, Nusa Tengggara Barat (NTB) diresmikan dan dilundurkan, Senin (10/4).

“Plut dan Kampung Digital Kota Bima sangat penting untuk pelaku usaha KUMKM di Kota Bima,” kata Asisten Deputi Pendampingan Usaha, Kementerian Koperasi dan UKM, Evi Nasution, dalam sambutannya pada acara tersebut, seperti dalam rilisnya yang diterima MySharing, Rabu (12/4).

Evi dalam peluncuran Plut Kota Bima dan Kampung Digital Kota Bima itu didampingi  Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kota Bima, Syamsuddin,  dan Duta Koperasi dan UKM 2017 Dewi Motik.

Evie mengatakan, Plut KUMKM Kota Bima merupakan salah satu dari 49 Plut KUMKM di Indonesia yang berlokasi di 24 Provinsi dan 25 Kabupaten dan Kota. “Plut KUMKM berperan untuk memberikan layanan pendampingan KUMKM di bidang kelembagaan, akses pembiayaan, sumber daya manusia, produksi, pemasaran atau kemitraan usaha dan akses informasi teknologi (IT),” jelas Evi.

Ia menambahkan, Plut KUMKM sebagai klinis bisnis yang berada dibawah koordinasi pemerintah provinsi dan kabupaten serta kota, diharapkan dapat berperan dalam pendampingan KUMKM untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing KUMKM di pasar lokal maupun global.

Pembangun gedung Plut KUMKM dilaksanakan oleh Kemenkop dan UKM melalui tugas pembantuan yang bersumber dari APBN pada tahun 2013, 2014 dan 2016. Gedung Plut KUMKM Kota Bima dibangun melalui tugas pembantuan tahun 2014. Selanjutnya aset gedung Plut KUMKM akan dihibahkan kepada pemerintah daerah..

Evi mengatakan, era pasar bebas antara lain dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN yang meliputi perdagangan barang, jasa dan investasi, merupakan tantangan bagi KUMKM yang ditandai dengan pasar terbuka untuk arus barang, jasa dan investasi di kawasan ASEAN.

Hal ini, kata dia, perlu mendapat perhatian dari semua pihak baik unsur pemerintah maupun pelaku UMKM dan masyarakat umumnya. Semua pihak diharapkan dapat mendukung strategi penguatan pasar dalam negeri dan secara bersamaan menyiapkan UMKM untuk mampu bersaing dan melakukan ekspansi melalui pasar ekspor.

Menurut Evi, dalam melaksanakan perannya Plut KUMKM diharapkan dapat bersinergi dengan para pemangku kepentingan, dalam rangka memperluas kerja sama dan sinergi baik dengan lembaga pemerintah maupun non pemerintah, untuk optimalisasi peran dan fungsi Plut KUMKM.

Lebih lanjut Evi menjelaskan,  penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk pengembangan UMKM khususnya informasi dan teknologi komunikasi sangat strategis di era digitalisasi ekonomi, yang pemasaran dan promosi produk KUMKM antara lain melalui sistem online.

Untuk maksud tersebut,  KUMKM bersama pemerintah daerah melaksanakan kerja sama dan sinergi dengan PT Telkom Tbk melalui Kampung UKM Digital, yang dipusatkan di 49 Plut KUMKM di seluruh Indonesia. Produk tersebut, kata dia, diharapkan dapat mendukung pengembangan sentra UKM melalui penerapatn teknologi informasi (TI).

Tujuh Program Strategis

Dalam rangka meningkatkan efektivitas program pemberdayaan KUMKM, menurut Evi,  Kemenkop dan UKM melaksanakan tujuh program strategis. Yaitu  pertama, kepastian dan perlindungan berusaha bagi UKM berupa penerbitan izin UKM dalam bentuk naskah satu lembar dari camat dan atau lurah.

Kedua, penurunan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi single digit atau 9 persen per tahun dengan sistem penjaminan pemerintah dan subsisi bunga. Ketiga, fasilitas hak cipta produk UKM bekerja sama dengan Dirjen Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI) Kementerian Hukum dan HAM. Keempat, sertifikat Nomor Induk Koperasi (NIK) dan kelima adalah pelatihan kewirausahaan.

Adapun keenam adalah kredit dana bergulir dari Lembaga Penyalur Dana Bergulir (LPDB) KUMKM. “Ketujuh yaitu perluasan jaringan pemasaran melalui kemistraan, promosi produk KUMKM unggulan melalui temu bisnis, pameran di dalam dan luar negeri serta promosi melalui display permanen produk KUMKM di Gedung Smesco Jakarta,” pungkas Evi.