Pertemuan Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspoyoga dan AdminisAdministrator SMBA Korea, Young Sup Joo di kantor Kemenkop dan UKM, Jakarta, Kamis (2/3).foto: dok. Kemenkop dan UKM.

Kembangkan UKM, Kemenkop Jalin Kerjasama dengan SMBA Korea

[sc name="adsensepostbottom"]

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM) menjajaki kerja sama dengan Small and Medium Business Administration (SMBA) Korea guna mengembangkan UKM dan kewirausahaan.

Dalam pertemuan antara Kemenkop dan SMBA Korea  yang berlangsung di kantor Kemenkop dan UKM, Jakarta, Kamis (2/3), Menkop dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspoyoga memimpin langsung jajaran kementerian. Sedangkan dari SMBA Korea dipimpin oleh Young Sup Joo PhD, Administrator SMBA Korea.SMBA merupakan lembaga yang menaungi industri kecil dan menengah Korea, dibawah Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea.

Turut hadir dalam pertemuan itu, Sekretaris Kemenkop dan UKM Agus Muharram, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran I Wayan Dipta, Deputi Bidang Kelembagaan Meliadi Sembiring, Deputi Bidang Pengawasan Suparno, Dirut LLP Ahmad Zubadi, dan Staf Khusus Menteri Hermawan Kartajaya.

Menteri Puspoyoga mengapresiasikan kedatangan delegasi SMBA Korea dalam pengembangan UKM. “Saya mengapresiasikan jalinan kerja sama dalam pengembangan UKM antar kedua negara ini. Karena banyak sekali item yang akan dikerjasamakan dan membutuhkan pendalaman, maka akan ada pertemuan-pertemuan selanjutnya untuk lebih mengkonkritkan kesepakatan kerja sama ini,” ungkap Puspoyoga, dalam keterngan resminya yang diterima MySharing, Jumat (3/3).

Administrator SMBA Korea, Young Sup Joo mengatakan, pihaknya menawarkan sejumlah kerjasama, diantaranya pendirian Indonesia Korea Techonology Exchange Center (IKTEC), dimana Korea siap memberikan alih tehnologi atau R&D (Research and Develotment), pembiayaan (financing), dan tenaga ahli.

Selain itu, kerja sama dalam bidang pengembangan kewirausahaan pemula (start up).  SMBA siap memberikan pelatihan, pendampingan bagi pengusaha start up Indonesia. ”Kerja sama pelatihan produk bakery dan coffe sampai pendirian mini Korea Town di Indonesia,” ujar Young.

Young mengatakan, tren global saat ini adalah kebangkitan kewirausahaan berdasarkan kreativitas. Banyak negara maju saat ini merevitalisasi ekonomi melalui start up sebagai visi nasional mereka, dan menekankan pentingnya kewirausahaan sebagai alat mewujudkan hal itu. Misalnya, start up Amerika dari Amerika Serikat (AS), La French Tech Perancis, dan start up Inggris.

“Pemerintah Korea sekarang ini berkonsentrasi pada ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru. Sekarang adalah waktu untuk kewirausahaan generasi ketiga meningkat untuk keberhasilan ekonomi kreatif,” ujar Young.

Dia menegaskan,  dapat  dikatakan bahwa kewirausahaan generasi ketiga bisa lahir di era ekosistem kewirausahaan ketika seluruh bangsa memiliki ekosistem start up maju dan kreativitas individu.

SMA telah melakukan upaya besar untuk menumbuhkan ekosistem tersebut dengan memiliki usaha dan promosi start up sebagai slogan utamanya. Hal ini telah menjalankan berbagai kebijakan dan program pendidikan kewirausahaan dan infuse budaya kewirausahaan pada keyakinan bahwa budidaya kewirausahaan penting untuk penciptaan lapangan kerja bagi pemuda dan pemulihan ekonomi.

SMBA telah mendirikan pusat-pusat kewirausahaan di perguruan tinggi termasuk Univeristas Nasional Seoul dan Korea Advanced Institute of Science & Technology (KAJST). Sehingga mereka dapat membuat terpenting dari kewirausahaan dan telah memegang Concert Youth Start up di seluruh negeri.