Konferensi pers Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2015 di kantor Kementerian Agama Jakarta, Rabu (29/7).

Kemenag Akan Gelar Kompetisi Sains Madrasah 2015

[sc name="adsensepostbottom"]

Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Madrasah Dirjen Pendidikan Islam kembali menggelar Kompetisi Sains Madrasaha (KSM) tingkat nasional 2015 pada Agustus mendatang.

Konferensi pers Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2015 di kantor Kementerian Agama Jakarta,  Rabu (29/7).
Konferensi pers Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2015 di kantor Kementerian Agama Jakarta, Rabu (29/7).

Direktur Pendidikan Madrasah Kemenag M Nur Kholis Setiawan mengatakan KSM ini bertujuan untuk memotivasi siswa madrasah agar terus meningkatkan kemampuan intelektualnya, dan bisa melahirkan siswa berprestasi dibidang akademik maupun nonakademik.

“Berbicara budaya di lingkungan madrasah menjadi sangat penting. Melalui KSM ini diharapkan dapat melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkarakter kuat dan teruji serta handal di bidangnya,” kata Nur Kholis, dalam konperensi pers di kantor Kemenag, Rabu (29/7).

Dengan melahirkan SDM yang handal, Kholis berharap siswa-siswi madrasah dapat mengaplikasikan ilmu mereka pada kehidupan sehari-hari. Terutama, melalui KSM ini juga diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan sains di seluruh madrasah di Indonesia.

Kholis menuturkan, KSM ini digelar setiap tahun, dan ini merupakan tahun keempat yang akan digelar di Palembang Sumatera Selatan pada 3-7 Agustus 2015. Adapun pesertanya adalah para siswa dan siswi juara pertama tingkat provinsi yang diikuti 363 siswa madrasah tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA). Sedangkan materi yang dilombakan adalah matematika, IPA, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi dan Geografi.

Sebelumnya, kata Kholis, KSM dilaksanakan di Bandung pada 2012, Malang tahun 2013, dan Makasar tahun 2014. Selain KSM yang menjadi ajang lomba andalan setiap tahun Kemenang, ada juga ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) yang digelar setiap dua tahun sekali.

Ajang seni yang dilombakan termasuk, seni kaligrafi Islam, Madrasah Singer, Hadroh, Pidato Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris, serta Tahfidz (hafalan Al-Qur’an). Sedangkan untuk cabang olahraga yang dilombakan yaitu atletik, bulu tangkis, dan tenis meja. “Aksioma ini bertujuan membangun citra madrasah sebagai basis pengembangan rohani, jasmani, skill dan intelektual,” kata Kholis.

Kholis berharap generasi penerus bangsa nantinya tidak hanya mampu dalam IPTEK dan IMTAQ, namun juga tetap bisa menjaga fisik mereka agar tetap sehat.

Kembali ia menyampaikan, bahwa ajang perlombaan selanjutnya adalah lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI). “Lomba ini untuk membiasakan siswa untuk menulis karya ilmiah sejak dini,” ujarnya.

Lomba karya ilmiah ini juga diikuti siswa utusan provinsi. Menurut Kholis, lomba ini bertujuan memotivasi siswa madrasah mengembangkan potensinya menjadi generasi yang kompetitif dan berperilaku unggul dengan mendorong siswa dalam aktivitas penelitian. “Saat ini di madrasah semangat riset ditingkatkan, hasil penelitian mereka akan kita patenkan,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kasubdit Kesiswaan Madrasah Kemenag Ida Nor Qosim mengatakan, saat ini sudah ada 184 yang mengirimkan proposal. Namun setelah diseleksi, ada 18 riset ilmiah mereka yang diterima. Diantaranya, enam riset tentang agama, enam riset IPS, dan enam riset tentang IPA. “Ini membuktikan pendidikan bukan sekedar dunia sains semata,” pungkasnya.