Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memberikan sambutan pada peringatan Tasyakuran Hari Amal Bhakti (HAB), di Kantor Kemenag Jakarta, Selasa (6/1). foto: MySharing.

Kemenag Jamin Kerukunan Pemeluk Agama

[sc name="adsensepostbottom"]

 

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memberikan sambutan pada peringatan Tasyakuran Hari Amal Bhakti (HAB), di Kantor Kemenag Jakarta, Selasa (6/1). foto: MySharing.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memberikan sambutan pada peringatan Tasyakuran Hari Amal Bhakti (HAB), di Kantor Kemenag Jakarta, Selasa (6/1). foto:Mysharing

Kementerian Agama menggelar Malam Tasyakuran Hari Amal Bhakti (HAB) ke-69 di Kantor Kemenag Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (6/1). Meteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, Indonesia merupakan negara yang pertama di dunia yang memiliki kementerian yang menangani urusan agama. Dan oleh karenanya memiliki kewajiban menciptakan kerukunan pemeluk agama.

Kementerian Agama menggelar Malam Tasyakuran Hari Amal Bhakti (HAB) ke-69 di Kantor Kemenag Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa malam (6/1). Meteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, Indonesiaa merupakan negara yang pertama di dunia yang memiliki kementerian yang menangani urusan agama.

Lukman menegaskan, Kemenag adalah tempat bertemuanya beragam paham keagamaan. “Sejarah mencatat Indonesia yang pertama sebagai negara yang memiliki kementerian yang menangani urusan agama,” kata Lukman, dalam sambutannya pada acara HAB.

Menurutnya, kemajemukan adalah anugerah yang patut disyukuri, karena tidak mudah mengelola kemajemukan seperti Indonesia. “Indonesia berhasil mengatasi masalah ini, Indonesia sebagai magnet baru pelaksanaan demokrasi dan hubungan antarpemeluk agama yang harmonis,” ujar Lukman tentang kerukunan pemeluk agama di Indonesia. Hal yang dapat berbeda jika melihat ke negara lain.  Baca juga: Mumpung Miskin, Muslim Dijebak Pindah Agama

Dalam kesempatan ini, Lukman juga menyoroti bidang pendidikan. Menurutnya, perkembangan bidang agama dan keagamaan cukup signifikan. Semula berada di pinggir, kini di pusaran pendidikan nasional.”Pendidikan agama sudah setara dengan umum,” tegasnya.

Oleh karena itu, Kemenag mengapresiasi pemerintah daerah yang telah memberikan kepedulian terhadap pendidikan agama dan keagamaan melalui kebijakan pemberian anggaran yang mendukung mutu pendidikan. Ia menegaskan, bahwa bantuan pemerintah kepada lembaga pendidikan agama dan keagamaan tidak menyalahi aturan. Apalagi kebanyakan lembaga pendidikan itu swasta,yang konstribusinya terhadap dunia pendidikan tidak diragukan.

Pada acara Tasyakur HAB bertajuk “Menegakkan Integritas, Profesionalitas,Inovasi, Tanggungawab dan Keteladanan sebagai Budaya Kerja Kementerian Agama, Menag juga memberikan penghargaan kepada Gubernur Jambi, Bupati Aceh, Bupati Jepara, Bupati Bantaing, Bupati Bulungan, Bupati langkat, dan Walikota Makassar.

Penghargaan ini merupakan apresiasi Kemenag kepada pemerintah daerah yang berjasa dalam memajukan pendidikan Islam, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 197 Tahun 2014 tentang Penetapan Penerima Penghargaan Apresiasi Pendidikan Islam Tahun 2014.

Sementara itu, Kepala Biro Keuangan Syihabuddin Latief, selaku ketua panitia HAB ke-69 berharap jajaran Kemenag memperoleh tambahan energi positif dan spirit yang baru untuk meningkatkan peran aktifnya. ”Jajaran Kemenag harus memberikan kontribusi secara nyata dalam upaya mewujudkan masyarakat Indonesia yang taat beragama, rukun, cerdas, mandiri, serta sejahtera lahir dan bathin,” pungkasnya.