Untuk mengembangkan bank sampah perlu diperkuat dengan sinergi antisipatif dari hulu hingga hilir.
Sekertaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM), Agus Muharram mengatakan, Bank sampah mempunyai potensi ekonomi yang besar dalam menopang pertumbuhan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, kelembagaan unit-unit bank sampah perlu didorong dan diperkuat dengan melakukan sinergi yang saling menguntungkan.
“Perlu ada pengelompokan unit-unit bank sampah menjadi badan hukum koperasi supaya lebih mudah akses ke sumber-sumber produktif, seperti pemasaran, pembiayaan, teknologi, dan lainnya, dalam rangka mengembangkan usahanya,” ujar Agus dalam workshop bertajuk “Pengembangan Kemitraan KUMKM Bank Sampah Dalam Rangka Penguatan Usaha” di Jakarta, Rabu (30/8).
Agus menyebutkan, untuk mengembangkan UMKM bank sampah perlu dilakukan langkah-langkah antisipatif dari hulu hingga hilir, seperti meningkatkan capacity building pengelola bank sampah, melakukan kemitraan dengan instansi terkait, perluasan pemasaran, pembiayaan, serta pendampingan. Tujuannya untuk meningkatkan efektifitas pengelolaannya dan pengembangan produk derivatif.
Untuk itu, Kemenkop dan UKM memiliki beberapa program yang dapat memperkuat unit-unit bank sampah. Diantaranya, izin usaha mikro dan kecil (IUMK) secara gratis. “Diharapkan melalui IUMK ini lebih memudahkan unit-unit bank sampah akses ke sumber pembiayaan seperti yang sudah dilakukan di Makassar kepada lima unit bank sampah oleh Bank BRI”, ungkap Agus.
Selain itu, lanjut dia, program lainnya yakni pendampingan untuk meningkatkan kemampuannya dalam mengelola sampah menjadi produk yang bernilai ekonomi. Termasuk memfasilitasi sinergi pengelola bank sampah ke mitra strategis, baik di hulu maupun hilirasi seperti dalam pemasaran produk, pengembangan produk dan lainnya.
Ditegaskan Agus, keberadaan unit-unit bank sampah di masyarakat sudah berkembang, namun kelembagaan bank sampah yang ada belum berjalan dengan optimal. Untuk itu perlu dilakukan perkuatan terhadap kelembagaan bank sampah agar dapat berkembang dengan efektif dan efisien.

