Dalam rangka membantu sistem keuangan inklusif di Negara Kenya, Kenya Commercial Bank (KCB) menyatakan telah menerima persetujuan legal yang diperlukan, guna menggelar layanan perbankan syariah di seluruh negeri itu.

Persetujuan tersebut memungkinkan KCB memperluas layanan keuangan syariah mereka, sehingga bisa menjadi (hub) pusat keuangan Islam terbesar di wilayah Afrika Timur. Karena sebelumnya, KCB juga sudah menawarkan layanan perbankan syariah di Tanzania, dengan label ‘KCB Sahal Perbankan’.
KCB CEO – Joshua Oigara menyatakan, keberadaan perbankan Islam di Negara Kenya ini sangat strategis, karena akan membantu mempromosikan pembangunan daerah-daerah terpinggirkan (daerah tertinggal) di negara tersebut.
Kenya sebelumnya sudah memiliki dua bank syariah full-fledged, yaitu Gulf African Bank dan First Community Bank (FCB).
- BCA Syariah Permudah Akses Pembiayaan Rumah, Kendaraan dan Emas di BCA Expoversary 2026
- CIMB Niaga Dorong Masyarakat Travel Ala Global Citizen Lebih Efisien via Cathay Travel Fair 2026
- Bank Mega Syariah Umumkan Pemenang Poin Haji Berkah Tahap 3
- BSI Resmi Naik Kelas Sebagai Persero, Mayoritas Pembiayaan ke Segmen Konsumer dan Ritel
KCB sendiri akan didukung oleh Standard Chartered yang baru saja membuka layanan di Kenya. Awal tahun ini, pemberi pinjaman dari Inggris ini telah meluncurkan layanan perbankan Islam-nya berlabel “Saadiq” untuk melayani sekitar 6 juta orang di negeri ini.
Sementara itu, menurut statistik sensus terakhir, diperkirakan 15 persen penduduk Kenya adalah Muslim. Sehingga kondisi ini merupakan pangsa pasar yang cukup baik bagi para pemberi pinjaman, guna melakukan penetrasi perbankan ke Negara ini.
KCB sendiri akan meluncurkan tahap percontohan bank Islam mereka di tujuh cabang mereka mulai Agustus 2014 ini, di daerah Utara Kenya, serta di daerah seputaran tepi pantai Kenya, dimana tinggal sebagian besar masyarakat Muslim Kenya.

