Kenya akan menandatangani kerjasama dengan pemerintah Qatar terkait pembiayaan syariah, seiring rencana negara tersebut untuk menerbitkan sukuk.

Menteri Keuangan Kenya, Henry Rotich, mengatakan pekan ini pihaknya akan menandatangani nota kesepahaman dengan Menteri Keuangan Qatar untuk meningkatkan kerjasama pengembangan Nairobi International Financial Center, termasuk memperkuat sektor keuangan syariah. Langkah itu dilakukan untuk menangkap pasar investor Arab dan memperluas pembiayaan untuk proyek infrastruktur dan energi.
Pada tahun lalu Kenya telah sukses menerbitkan obligasi berdenominasi Euro senilai 2 miliar dolar dan obligasi sebesar 750 juta dolar. Sukuk pun dilihat sebagai pilihan atraktif karena penerapan prinsip syariah melarang adanya bunga. “Sukuk akan menopang posisi kami sebagai pusat ekonomi regional dan mendanai proyek-proyek kami,” kata Rotich, dilansir dari laman All Africa, Rabu (15/4). Baca: Kenya Buka Peluang Penerbitan Sukuk
Rotich menambahkan kerjasama dengan Qatar pun akan menjadikan Kenya sebagai pusat keuangan syariah dan memberikan pilihan pembiayaan yang lebih ramah dibanding yang ditawarkan bank komersial. “Kami ingin menciptakan kondisi yang mendukung perkembangan produk dan jasa syariah. Hal ini dapat tercapai melalui kerjasama antara pemangku kepentingan untuk mengatasi berbagai tantangan di keuangan syariah,” papar Rotich. Industri perbankan syariah Kenya saat ini memiliki pangsa pasar sekitar dua persen, dan menghadapi kendala minimnya sumber daya manusia dan produk.
Pekan lalu, Kenya Commercials Bank (KCB) Group membuka unit usaha syariah demi menangkap potensi pasar di kawasan Afrika Timur. “Langkah ini merupakan tonggak dari keuangan inklusif dan agenda yang lebih mendalam agar sektor perbankan dan keuangan dapat diakses oleh setiap orang di kawasan ini,” kata Chairman KCB Group, Ngeny Biwott, dalam laman spyghana. Baca: Bank Syariah di Afrika Mulai Menggeliat
Biwott menuturkan pembukaan unit usaha syariah tersebut merupakan visi jangka panjang pihaknya untuk mendiversifikasi produk dan menjangkau lebih banyak masyarakat di Afrika Timur yang merasa terpinggirkan oleh sistem perbankan konvensional. “Dalam tiga tahun mendatang produk perbankan syariah akan memfasilitasi pengembangan daerah marginal dan memperdalam jangkauan keuangan,” cetus Biwott.

