Penggiat ekonomi Islam di Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi bersatu dalam IAEI Besuki Raya.
Salah satu pembagian administratif karesidenan di Indonesia yang pernah dibentuk oleh pemerintah Hindia Belanda adalah Karasidenan Besuki. Karasidenan Besuki yang wilayahnya meliputi Probolinggo, Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi merupakan lumbung pangan bagi pemerintah Hindia dengan menjadikan sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan sebagai tulang punggungnya.

Di wilayah sekitar Karasidenan Besuki, terdapat pula Lumajang yang sesungguhnya juga berada di wilayah Tapal Kuda bersama dengan Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi. Namun, pemerintah Hindia memecah Lumajang yang diapit oleh Probolinggo dan Jember itu ke dalam Karasidenan Malang.
Selain kesamaan kultur penduduk, salah satu ciri khas dari semua kabupaten ini adalah tatanan alun-alun yang di dalamnya berjajar Mesjid Jami’, lembaga pemasyarakatan, pusat keuangan, dan kantor-kantor pemerintahan. Beberapa versi menyebutkan bahwa sebelum kehadiran pemerintah Hindia, Lumajang sesungguhnya pernah juga dimasukkan dalam wilayah Besuki yang dikenal dengan Besuki Raya.
Napak tilas inilah yang kemudian menjadi cikal-bakal disepakatinya pembentukan Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Besuki Raya yang mengumpulkan para penggiat ekonomi Islam di Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi. Menindaklanjuti diterbitkannya Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat IAEI Nomor: 129/SK/DPP-IAEI/VII/2014 tentang Susunan Pengurus DPW IAEI Besuki Raya 2014-2018 tanggal 7 Juli 2014, maka diselenggarakanlah acara pelantikan pengurus pada tanggal 18 September 2014 lalu.

Pelantikan pengurus DPW IAEI Besuki Raya 2014-2018 di Universitas Jember berlangsung meriah. Selain dihadiri oleh Rektor dan jajaran pejabat di Universitas Jember, acara tersebut juga dihadiri oleh Pimpinan Otoritas Jasa Keuangang (OJK) Wilayah Jember, para pimpinan bank syariah di Jember, Anggota Dewan Pembina DPP IAEI seperti Prof. Suroso Imam Zadjuli (Guru Besar FEB Universitas Airlangga), Dr. Aries Muftie (Ketua ABSINDO), dan Dr. Nurul Huda (Ketua VI DPP IAEI), serta Prof. Dr. Muhammad Syukri Salleh (Universiti Sains Malaysia) bersama sejumlah akademisi lainnya.
Sebagai pembuka acara, grup nasyid Djember Nasyid Acapella (dna) hadir membawa sejumlah lagu bernafaskan Islam. Lagu berjudul Islam milik Gradasi yang bernuansa ekonomi Islam juga didendangkan. Grup nasyid kebanggaan Jember ini merupakan binaan dari sejumlah pengurus DPW IAEI Besuki Raya yang kerap diundang mengisi acara pada majelis-majelis di Besuki Raya.

Selanjutnya, Ketua DPW IAEI Besuki Raya 2014-2015, Dr. M. Fathorrazi, membacakan SK Pengurus dan memanggil satu-persatu pengurus, mulai dari Dewan Pembina, Dewan Penasehat, Dewan Pertimbangan, dan Badan Pengurus Harian, untuk maju ke depan. Hampir seluruh pengurus yang berjumlah 59 orang tersebut hadir meski acara diberlangsungkan malam hari. Sebelum melantik, Ketua VI DPP IAEI, Dr. Nurul Huda, yang diberi amanat pelantikan oleh DPP memberikan pengantar berupa napak tilas perjalanan sejarah IAEI di Indonesia sekaligus menyampaikan harapan-harapan dari para perintis IAEI.
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. Muhamad, M.Ag, Ketua Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Yogyakarta dan Ketua Dewan Dakwah Mesjid Yogyakarta, didaulat untuk memberi tausiyah setelah sebelumnya minta diizinkan untuk membawakan nasyid gubahan dari lagu-lagu milik ST 12. Berikutnya, Prof. Dr. Suroso Imam Zadjuli turut memberikan tausiyah kepada seluruh pengurus dan undangan.

Sebagai penutup, acara diisi dengan ramah tamah dan foto bersama. Acara pelantikan pengurus DPW IAEI Besuki Raya 2014-2018 ini digelar sekaligus menutup Konferensi Internasional & Pembangunan Islami (KIPI) yang diselenggarakan Universitas Jember bersama Universiti Sains Malaysia. Setelah ikut berpartisipasi membantu kegiatan KIPI, berikutnya DPW IAEI Besuki Raya akan menggelar rapat kerja untuk menyusun program kerja selama 4 tahun.
Program kerja berikutnya yang akan segera ditindaklanjuti adalah penyelenggaraan kegiatan short course angkatan I dan pengisian rutin rubrik IAEI di buletin Ma’had Tahfidz Qur’an Ibnu Katsir. Semoga para pengurus istiqomah dan terus memiliki azzam untuk bergerak membumikan ekonomi syariah di Tapal Kuda.

