Keterlibatan Swasta dalam Proyek Infrastruktur Masih Minim

[sc name="adsensepostbottom"]

Presentasi jumlah proyek yang melibatkan swasta hanya 2 persen.

Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia (UI),  Athor Subroto mengatakan, keterlibatan swasta dalam pembangunan proyek infrastruktur masih sangat minim bahkan dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya.

Athor mengungkapkan,  data Private Participation Infrastruktur (PPI) oleh World Bank, bahwa keterlibatan perusahaan swasta nasional Indonesia di bidang infrastruktur baru sebesar 2 persen. Sangat rendah dibandingkan negara-negara tetangganya yang telah banyak melibatkan perusahaan swasta nasional.

“Partisipasi persentase dibandingkan negara lain bahkan ASEAN,  saya kira sangat jauh. Jumlah proyek di Indonesia yang libatkan swasta hanya 2 persen. Filipina melonjak drastis hampir 44 persen, bahwa di sana banyak libatkan swasta,” kata Athor dalam forum group discussion (FGD) bertajuk “Mendorong Partisipasi Swasta Dalam Pembangunan Infrastruktur” di kantor PBNU, Jakarta, Selasa (12/9).

Menurutnya,  di negara-negara Asia lain memang ada penurunan terkait keterlibatan perusahaan swasta nasional dalam proyek infrastruktur negaranya. Namun dibandingkan Indonesia tidak begitu signifikan angka penurunannya. Jika ingin adanya pemerataan ekonomi di Indonesia, maka  pembangunan infrastruktur jangan hanya dikuasai oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Tapi juga diberikan kepada perusahaan swasta nasional. Sehingga akan ada lebih banyak masyarakat yang menikmati pembangunan.

Athor menyarankan agar kemudahan bagi swasta mengambil peran dalam pembangunan infrastruktur lebih digiatkan lagi lewat sejumlah aturan yang mampu memberikan kemudahan berusaha.

“Challange dari pemerintah sekarang bahwa partisipasi swasta baru 2 persen, selalu terjadi penurunan. Saya kira ini jadi tantangan ke depan. Banyak hal yang perlu dikoordinasikan,” tukasnya.