Ketua Umum ICMI - Jimly Asshiddiqie (tengah) dalam Komferensi Pers ICMI di Jakarta (9/8/2017)

Ketua Umum ICMI: “Masyarakat Jangan Mudah Terpecahbelah Karena Provokasi Di Medsos”

[sc name="adsensepostbottom"]

Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie mengecam penggunaan medsos yang semakin tidak terkontrol oleh masyarakat, antara lain misalnya menjadi ajang untuk menyampaikan ujaran kebencian.

“Banyak masalah semua itu dipicu oleh media sosial. Jadi setiap orang berani memaki, dan mengecam semua orang!” demikian ungkap Jimly dalam acara Konferensi Pers ICMI  hari ini, Rabu (9/8/17) di Kantor ICMI, Jalan Proklamasi, Jakarta.

Jimly lalu mengungkapkan, penggunaan media sosial  saat ini sudah dalam taraf membuat masyarakat menjadi gampang terbelah.

“Di medsos, nilai-nilai toleransi dan kesopanan masyarakat Indonesia saat ini semakin luntur. Kedua belah pihak yang menerima berita, terkadang saling memaki agama, memaki tuhan, memaki nabi,” ungkap Jimly.

Karena itu, Jimly menghimbau agar masyarakat Indonesia didalam menanggapi arus informasi di media sosial yang sangat terbuka tersebut agar mampu menahan diri dan memilah-milah informasi yang ada.  Sebab media sosial  saat ini bisa membuat masyarakat secara terbuka menyebarkan ujaran-ujaran yang bersifat kebencian atau provokasi.

“Jangan langsung bersikap kasar, karena di medsos terkadang berita yang sudah tiga tahun lalu kembali diungkap. Medsos ini sering membuat panas kondisi. Suasana politik beberapa tahun terakhir juga cukup panas, karena medsos, seperti  pilpres 2014 lalu yang membuat bangsa ini seolah menjadi terbelah dua. Bahkan,  Pilgub kemarin semakin membuat masyarakat menjadi semakin terkotak-kotak,” lanjut Jimly.

Karena itu, Jimly menyarankan agar para pemimpin dan tokoh-tokoh masyarakat untuk berbicara yang baik-baik, atau pilihan lain bisa dengan menahan diri atau diam. Karena mereka harus menjadi tauladan bagi masyarakat luas. Masyarakat pun diharapkan Jimly untuk bisa lebih bersikap dewasa didalam menanggapi segala persoalan yang ada, dan tidak mudah terprovokasi.

“Kebebasan yang dimiliki harus dipergunakan secara baik. Masyarakat harus bisa menahan diri dan jangan berlebihan. Kita jangan mudah bereaksi terhadap berita di medsos dan membuat situasi di masyarakat semakin memanas,” demikian Jimly Asshiddiqie, Ketua Umum ICMI.