Kalau Presiden Donald Trump punya perasaan, mestinya mencabut keputusan itu.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tetap bersikeras untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Keputusan Trump mendapat reaksi keras dari beragam pemimpin dunia, termasuk juga Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Ketua Umum Ma’ruf Amin menilai Trump tidak memiliki hati nurani dengan bersikap seperti itu. Menurutnya, dipastikan keputusan Trump itu menimbulkan kegaduhan dunia
“Kalau Trump punya perasaan mestinya mencabut, tapi kalau memang tidak ada perasaan maka meneruskan terus maka akan dimusuhi orang sedunia nanti,” kata Ma’ruf kepada MySharing disela-sela Silatnas I Stakeholder Konten Islam di Hotel Santika TMII, Jakarta, Jumat (8/12).
- CIMB Niaga Syariah Perluas Akses Layanan Perbankan Syariah di Bogor, Resmikan Digital Branch
- CIMB Niaga Syariah Luncurkan Program Jumat Baik, Perkuat Komitmen Melangkah Sesuai Kaidah
- Bank Muamalat Catat Pertumbuhan Volume Transaksi Ziswaf 24,75% via Muamalat DIN
- BSI Fest Ramadan 2026 Digelar di 9 Kota Besar, Tawarkan Diskon Umroh
Ma’ruf juga menyebut tidak ada negara satupun mendukung keputusan Trump. Malah, justru akan menjadikan Amerika Serikat menjadi negara yang paling dicela dunia. “Saya kira itu Trumpt bisa menimbulkan kegaduhan dunia.Tidak satu negara pun yang menyongkong, semua mencela,” ujarnya.
Seperti diketahui, dalam sebuah pidato singkat pada Kamis (7/12) di Gedung Putih, Trump meminta departemen negara bagian untuk mulai membuat pengaturan untuk memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.
“Saya telah menetapkan bahwa sekarang saatnya untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Sementara presiden sebelumnya telah membuat janji kampanye besar ini, mereka gagal menyampaikannya. Hari ini, saya menyampaikannya,” jelas Trump.

