
Islamic Finance Country Index (IFCI) menunjukkan bahwa tiga posisi teratas masih dipegang oleh Iran, Malaysia dan Arab Saudi. IFCI adalah sebuah peringkat komposit lebih dari 40 negara berdasar peran kepemimpinan, kontribusi dan keterlibatannya terhadap pengembangan industri keuangan syariah.
Kendati demikian, GIFR 2014 menyebutkan peringkat tersebut akan berubah signifikan dalam enam tahun mendatang. Setidaknya akan ada enam negara yang akan memiliki pangsa pasar industri keuangan syariah sebesar 50 persen pada 2020 jika terus melanjutkan upaya mereka dalam mengembangkan industri non ribawi. Negara-negara tersebut adalah Brunei Darussalam, Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, Malaysia dan Qatar.
Sementara berdasar laporan Pricewaterhouse Coopers, industri keuangan syariah global diproyeksikan akan bernilai 2,6 triliun dolar AS pada 2017. Di sisi lain, Standard & Poor’s menyatakan dengan kumpulan aset yang terus meluas dan dalam, maka hanya masalah waktu saja industri keuangan akan mencapai critical mass-nya.
- KB Bank Syariah Gelar Aksi CSR Serentak, Perkuat Kontribusi Sosial se-Indonesia
- Sambut Idulfitri 1447 H, Bank Muamalat Optimalkan Layanan Kantor Cabang dan Digital
- Royco dan Masjid Istiqlal Berbagi Kelezatan untuk Hangatkan Momen Kebersamaan di Ramadhan
- BSI Fasilitasi UMKM Go Digital dan Go Global Melalui Ajang Expo
Chief Executive Officer Abu Dhabi Islamic Bank (ADIB), Tirad Mahmoud, mengatakan industri keuangan syariah telah melalui stress test terbesar di akhir 2008 silam. “Saya pikir kita sudah melihat saat itu siapa yang jatuh dan tetap berdiri. Industri keuangan syariah tidak berspekulasi di instrumen derivatif,” kata Mahmoud. Kegiatan transaksi perbankan syariah harus terikat dengan ekonomi riil.
Geliat industri keuangan syariah yang terus berkembang pesat beberapa tahun terakhir juga telah membuat bank global seperti Deutsche Bank, Citi, UBS dan Barclays menawarkan produk bank sesuai prinsip syariah. Sejumlah negara pun tengah menyiapkan diri untuk menerbitkan sukuk. Pemerintah Hong Kong berencana menerbitkan sukuk hingga 1 miliar dolar AS dan Inggris telah mengungkapkan rencananya untuk menerbitkan sukuk senilai 335 juta dolar AS.

