Kinerja BTN Syariah Terus Menggeliat, Meski Ekonomi Melambat

[sc name="adsensepostbottom"]

Meskipun pertumbuhan ekonomi makro nasional masih terus menunjukkan gejala perlambatan, BTN Syariah pada sepanjang semester I 2015 masih tetap mampu membukukan laba bersih senilai Rp130,8 miliar.

BTN SyariahHal tersebut diungkapkan Direktur Utama Bank BTN – Maryono saat konferensi pers paparan kinerja semester 1 Bank BTN di Jakarta kemarin sore, (Senin, 27/7/2015). Menurut Maryono, hasil perolehan laba Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN tersebut menguat 34,4% dibandingkan periode yang sama semester I tahun 2014, yang nilainya masih senilai Rp97,32 miliar.

Laba yang cukup signifikan diraih oleh BTN Syariah tersebut, ditunjang oleh kinerja yang cukup bagus dari berbagai segmen bisnis UUS bank syariah pelat merah tersebut.

Seperti dijelaskan lebih lanjut oleh Maryono, bahwa pembiayaan BTN Syariah sampai 30 Juni 2015 tercatat menggulirkan pembiayaan sebesar Rp 10,17 triliun, atau naik cukup signifikan sebesar 15,89% dibanding periode yang sama di tahun 2014 lalu yang masih senilai Rp 8,78 triliun.

Memang harus diakui, BTN Syariah sebagai Unit Usaha Syariah dari induknya yaitu Bank Tabungan Negara, yang lebih dikenal di masyarakat sebagai bank spesialis KPR (kredit pemilikan rumah), maka BTN Syariah juga sama dengan induknya, yaitu gencar menyalurkan pembiayaan KPR. Hanya saja KPR yang disalurkan BTN Syariah adalah KPR berprinsip Syariah. Porsi pembiayaan KPR Syariah sendiri di bank ini, tercatar mengkomposisi 85% dari total pembiayaan BTN Syariah.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Maryono, selain pembiayaan yang meningkat cukup bagus, maka untuk aset BTN Syariah nilainya tercatat sebesar Rp11,83 triliun pada semester 1 2015, atau meningkat signifikan sebesar 18,82% dari periode yang sama tahun 2014 yang masih sebesar Rp9,96 triliun.

Sementara itu, khusus untuk dana pihak ketiga (DPK), BTN Syariah pada semester 1 2015 juga berhasil memperoleh kinerja yang cukup bagus, dengan nilai DPK-nya tercatat mencapai Rp 9,23 triliun, atau naik sebesar 25,53% dibandingkan periode sama tahun 2014 yang masih tercatat Rp 7,35 triliun.