Klarifikasi Sikap MUI, Bareskrim Ajukan 3 Pertanyaan

Pendapat dan sikap keagamaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu kendudukannya lebih tinggi dari fatwa.

Penyidik Bareskrim Polri mendatangi MUI untuk memeriksaan KH.Ma’ruf Amin, selaku Ketua Umum MUI. Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan, bahwa pemeriksaan kepada Ma’ruf bukan sebagai ahli melainkan untuk mengkonfirmasi dan mengklarifikasi pernyataan dan sikap keagamaan MUI  terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Thahaja Purnama terkait surah al-Maidah ayat 51.

Hasilnya, MUI sudah memberikan beberapa konfirmasi apa yang sudah dikeluarkan itu benar. “Pertama, tim penyidik menanyakan apakah benar pendapat dan sikap itu benar dari MUI.Kami jawab itu benar.Kemudian kedua,  ditanyakan lagi apakah ada revisi atau hal-hal yang dibatalkan terhadap poin-poin perdapat dan sikap itu.Kami jawab tidak!,” papar Zainut pada konferensi pers di kantor MUI Pusat, Jakarta, Senin (7/11).

Adapun pertanyaan ketiga tim penyidik Bareskrim Polri, lanjut Zainut, adalah apakah kedudukan perdapat dan sikap MUI sama dengan Fatwa?. “Kami jawab, bahwa  pendapat dan sikap MUI itu kedudukannya lebih tinggi dari fatwa,” tegas Zainut.

Zainut menjelaskan, kalau fatwa itu hanya dirumuskan atau ditetapkan oleh satu komisi atau dua komisi, dan ditandatangani oleh Ketua Komisi Fatwa MUI.Sedangkan pendapat dan sikap keagamaan itu dibahas melalui sebuah mekanisme atau prosedur penetapan, penelitian, dan  pendalaman yang  melibatkan beberapa komisi. Kemudian tim dibentuk itu melaporkan kepada Ketua Harian untuk diambil keputusan.

“Kami memberikan argumentasi, pendapat yang melalui kajian dan mendalaman, serta banyak guru besar dan ulama yang terlibat dalam pembahasan pendapat dan sikap MUI itu,”

Setelah diambil keputusan, kemudian legalisasinya ditandatangani oleh Ketua Umum MUI KH.Ma’ruf Amin dan Sekjen MUI Anwar Abbas. “Jadi  kedudukan penyataan dan  sikap keagamaan MUI  itu lebih tinggi,” tegas Zainut lagi.

Ada empat penyidik Bareskrim Polri yang mendatangi MUI, yaitu Kombes Pol Sulistyono,  AKBP Tarmadi, dan Retno (pembantu penyidik). Penyilikan ini pun berlangsung di ruang KH.Ma’ruf Amin dilantai 2 kantor MUI Pusat Jalan Proklamasi No.55, Menteng, Jakarta, Senin (7/11) dari pukul 10.00 WIB-12.00 WIB.

Ma’ruf Amin didampingi Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid Sa’adi, Sekjen MUI Anwar Abbas, Wasekjen MUI Amirsyah Tambunan, Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorum Ni’am Sholeh, dan Wakil Ketua Komisi Hukum dan Perundang Ikhsan Abdullah.

More Stories
BNI Syariah Fasilitasi Pembiayaan Investasi PT Pertamina Trans Kontinental