Siang ini, sejumlah elemen massa akan berunjuk rasa di depan Kedubes Amerika. Unjuk rasa terkait protes keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui sepihak Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Polisi akan menyiagakan pasukannya untuk mengamankan rencana unjuk rasa di depan Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat. Polri mengestimasi sebanyak 200 orang bakal turun ke jalan.
Salah satu elemen massa yang berunjuk rasa yakni Keluarga Besar Nadhlatul Ulama untuk Palestina. Agenda aksi bertajuk damai itu rencananya bakal diisi dengan orasi dan doa bersama, serta pembacaan pernyataan sikap. Aksi rencana akan dimulai pukul 13.30 WIB.
“Ada beberapa yang sudah mengajukan pemberitahuan aksi. Untuk hari ini ada 200 orang pengunjuk rasa,” kata Kabagpenum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul di Komplek Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, (8/12/2017).
- CIMB Niaga Syariah Luncurkan Program Jumat Baik, Perkuat Komitmen Melangkah Sesuai Kaidah
- Bank Muamalat Catat Pertumbuhan Volume Transaksi Ziswaf 24,75% via Muamalat DIN
- BSI Fest Ramadan 2026 Digelar di 9 Kota Besar, Tawarkan Diskon Umroh
- Prudential Syariah Luncurkan PRUHeritage Syariah Essential Plan USD, Nilai Proteksi Meningkat hingga 150%
Martinus enggan menyebut jumlah pasti personel yang akan mengawal jalannya unjuk rasa. Yang jelas, Beliau memaparkan, penempatan personel disesuaikan dengan jumlah pengunjuk rasa yang ada.
“Kita harus menyesuaikan dengan dinamika yang ada. Kalau terdapat banyak massa, akan banyak juga polisi yang mengamankan,” ucap Martinus.
Selanjutnya Martinus menjelaskan “Pihak kepolisian juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas mengantisipasi unjuk rasa. Namun, buka tutup arus di seputaran Kedubes Amerika bersifat situasional. “Enggak bisa ditutup seterusnya karena itu akses yang vital di sekitar wilayah Jakarta Pusat,” ditutupnya.

