Forum Ekonomi Islam Dunia (WIFE)ke-11, yang dijadwalkan berlangsung di Kuala Lumpur pada November 2015, berfokus pada pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) para pengusaha Muslimah.

Ketua WIFE Tuna Mousa Hatim menyatakan, untuk bangkit dari perlambatan ekonomi global, adalah penting untuk menutup kesenjangan pendapatan untuk memperhatankan pertumbuhan UKM.“ Kami percaya jalan ke depan adalah untuk mengembangkan ekosistem yang baik bagi sektor UKM. UKM sangat penting sebagai tulang punggung perekonomian, khususnya negara berkembang dan negara Muslim yang bergantung pada UKM untuk bertahan hidup,” kata Tuna.
WIFE, kata Tuna, berencana menampilkan 44 start-up dari hampir 30 negara yang menampilkan ide-ide inovatif UKM kepada dunia international. Sebagian diusahakan oleh kaum perempuan ( muslimah).
- BPKH dan Bank Muamalat Perkuat Ekosistem Haji Nasional, Perluas Layanan Digital dan Dorong Pertumbuhan Bisnis Syariah
- Kelola Keuangan dan Investasi Kini dalam Satu Pengalaman yang Lebih Terhubung dengan CIMB Niaga dan Ajaib
- Halal Indo 2026 Hadirkan Kolaborasi Industri dan Kreator Bangun Ekosistem Halal Indonesia
- CIMB Niaga Syariah Dukung Pengembangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di UNIDA Gontor
“Aktivitas yang melibatkan perempuan sangat popular dan membutuhkan pengakuan. Meskipun konstribusinya kecil, tapi butuh pengakuan dari masyarakat berkembang,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Jaringan Pengusaha WIFE, Dato Norraesah Mohammad, menuturkan, bertahun-tahun WIEF telah berusaha untuk memfasilitasi bisnis pengusaha perempuan di dunia Muslim melalui pembiayaan, pelatihan teknologi, dan sebagainya.
WIFE berencana mengundang alumni pengusaha perempuan yang kini menjadi pengusaha sukses pada tahun ini. Selain itu, WIEF juga berencana untuk meluncurkan sistem mentoring bagi pengusaha perempuan. “Para pengusaha perempuan sukses itu akan kami undang untuk menjadi mentor bagi pengusaha perempuan lainnya,” kata Dato.

