Menag Lukman Hakim saat pidato pembukaan kongres umat Islam VI di Yogyakarta

Kongres Umat Islam Diharap Tingkatkan Kerukunan Beragama

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VI di Yogyakarta melahirkan panduan kerukunan beragama di Indonesia.

Menag Lukman Hakim saat pidato pembukaan kongres umat Islam VI di YogyakartaKerukunan beragama menjadi pesan utama Menag Lukman Hakim dalam sambutannya pada pembukaan KUII VI di Yogyakarta, Senin, (9/2). “Saya harapkan di sini KUII bisa memberikan acuan atau panduan agar supaya kehidupan bersama bisa tetap terjaga dan terpelihara di tengah tantangan global,” kata Menteri Agama sebagaimana dilansir dari Antara, Senin, (9/2). Baca juga: Ormas Islam Harus Bersatu Hadapi MEA

Menag juga berharap agar KUII VI juga mampu mengokohkan jaminan perlindungan terhadap seluruh umat beragama. Sebab, meskipun Indonesia merupakan negara berpenduduk muslim terbanyak, Indonesia adalah negara yang plural dengan beragam agama, suku, serta budaya.

“Sehingga setiap agama juga harus memiliki jaminan perlindungan baik dalam konteks mereka memeluk agama maupun ketika mereka menjalankan amalan agama,” kata dia.

Menurut Lukman, rekomendasi final KUII VI di Yogyakarta sesungguhnya bukan hanya dinanti oleh umat Islam di Indonesia saja, melainkan juga umat Islam di seluruh dunia.

“Saya juga tidak tahu apakah nanti konflik yang terjadi di Timur Tengah menjadi bagian dari rekomendasi atau tidak. Kita lihat saja nanti,” kata Lukman.

Sementara, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyerukan agar Islam di Indonesia mampu menjadi teladan dan referensi bagi peradaban dunia. “Indonesia harus menjadi pelopor pemikiran-pemikiran kebersamaan yang lebih baik. Harus menjadi referensi di dunia ini, Islam yang moderat, Islam menjadi referensi dunia,” kata Wapres, saat memberikan sambutannya.

Wapres menyatakan, Indonesia kini menjadi salah satu negara mayoritas Islam yang besar, dan lebih baik dibandingkan negara-negara Islam lainnya. Indonesia kini menjelma menjadi negara yang dihormati berbagai kalangan.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin mengatakan, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan buah tangan umat Islam Indonesia. Untuk itu, umat Islam Indonesia, mempunyai tanggung jawab terhadap masa depan NKRI.Baca juga: Umat Islam Pilar Utama Penentu Kemerdekaan

Kongres Umat Islam Indonesia VI akan berlangsung 9-11 Februari di Hotel Inna Garuda Yogyakarta dengan tema “Penguatan Peran Politik, Ekonomi, dan Sosial Budaya Umat Islam untuk Indonesia yang Berkeadilan dan Berperadaban”. Kongres terbesar umat Islam Indonesia ini diperkirakan dihadiri sekitar 775 orang dari berbagai organisasi masyarakat berbasis Islam, partai politik berbasis Islam, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dari seluruh wilayah Nusantara, pondok pesantren, perguruan tinggi, lembaga-lembaga Islam domestik dan mancanegara, kalangan profesional dan tokoh perorangan.