UUS CIMB Niaga memiliki 524 layanan syariah.
Dalam memperluas jangkauan ke nasabah, unit usaha syariah (UUS) CIMB Niaga memanfaatkan kantor cabang konvensional untuk pemasarannya. Melalui office channeling (layanan syariah) di cabang konvensional, UUS CIMB Niaga bisa melayani nasabah di hampir seluruh Indonesia.
Head of Syariah Business Banking CIMB Niaga Rusdi Dahardin mengatakan, CIMB Niaga memiliki 630 kantor cabang. Dari jumlah tersebut, 524 kantor diantaranya menyediakan layanan syariah. “Kami bisa servis di 524 layanan syariah jadi cover hampir seluruh indonesia. Dengan jaringan besar, ini salah satu cara bagaimana CIMB Niaga Syariah mendekatkan diri ke nasabah, yaitu dengan menggunakan cabang konvensional,” jelasnya, Senin (13/3).
Dalam meningkatkan performance business banking, pihaknya memakai dual banking leverage model, artinya semua orang di CIMB Niaga berkewajiban terhadap dua produk yaitu produk konvensional dan syariah. Hal tersebut dilakukan supaya lebih efektif dan efisien. “Kami tidak punya tenaga untuk memberi skill dari nol, jd kami memilih untuk mendidik SDM yang ada dengan syariah knowledge,” jelas Rusdi.
Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji Djajanegara mengatakan, kontribusi layanan syariah dari sisi portofolio consumer banking pun cukup besar bagi bisnis UUS CIMB Niaga. “Kontribusinya 70 persen. Jadi bisa menambah portofolio dan mengejar ketertinggalan,” ujarnya.
Kendati demikian, ia belum puas terhadap kontribusi layanan syariah terhadap bisnis UUS CIMB Niaga. “Kontribusi 70 persen cukup bagus, tapi mestinya bisa jauh di atas itu. Kami tidak akan menambah cabang syariah. Pekerjaan rumah kami bukan menambah jaringan, namun bagaimana menjual produk syariah. Kami punya program Syariah First, yang mendulukan penjuakan produk syariah daripada konvensional, itu yang menjadi PR kami,” tukas Pandji.
Head of Syariah Sales and Distribution CIMB Niaga Diah Rahma Paramaiswari menambahkan, dengan cara kerja dual banking leverage model yang memanfaatkan cabang konvensional, maka UUS CIMB Niaga tidak mengeluarkan biaya yang terlalu banyak. “Kami hanya mengajarkan proper syariah comply agar SDM di cabang konvensional bisa menjual produk syariah lebih banyak,” katanya.
Pihaknya pun fokus mengelola layanan syariah karena berbiaya lebih murah. “Karena masih unit syariah, cara kerjanya dual banking leverage model. Dengan dual banking leverage model ini motif bisnis jadi lebih efektif dan efisien. Untuk pembiayaan kepemilikan rumah saja kontribusinya 70 persen dari layanan syariah,” ungkap Diah.

