Kementerian Koperasi dan UKM merintis program untuk menjadikan koperasi sebagai tempat nongkrong dan belajar generasi muda Indonesia. Diharapkan mereka mendapatkan pemahaman perkoperasian hingga akhirnya berwirausaha menciptakan lapangan kerja.

Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Koperasi dan UKM, Prakoso Budi Susetyo mengatakan, pemerintah menyadari pentingnya kaum muda didorong dan dimotivasi untuk terus berkoperasi. “Kemenkop dan UKM akan memperkuat kerjasama dengan koperasi-koperasi berbasis anggota generasi muda, termasuk Koperasi Pemuda Indonesia (Kopindo) dan Koperasi Mahasiswa (Kopmas),” kata Prakoso, seperti dikutip dalam laman resmi Kemenkop dan UKM, Selasa (25/11).
Ia mengungkapkan, pihaknya memiliki program khusus untuk meningkatkan minat dan pemahaman perkoperasian di kalangan anak muda dan mahasiswa. Program ini pun telah dilaksanakan pada tahun 2014 di delapan provinsi sebanyak 10 angkatan. Adapun provinsi tersebut adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Bali, Lampung dan Maluku.
Lebih lanjut ia menuturkan, mereka sangat antusias mengikuti pelatihan pemahaman perkoperasiaan. Banyak peserta yang sebelumnya belum mengerti sepenuhnya, apa itu koperasi dan bagaimana berkoperasi secara benar sesuai dengan ketentuan dan nilai dasar serta jati diri koperasi. “Setelah mengikuti kegiatan ini, mereka lebih memahami apa itu koperasi sesuai jati dirinya. Mereka pun berminat untuk berkoperasi,” tegas Prakoso.
- Milad ke-34, Bank Muamalat Teguhkan Komitmen Tumbuh Bersama dan Memberi Manfaat
- BCA Syariah Gelar Aksi Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
- Pembiayaan Solusi Emas Hijrah Bank Muamalat Melonjak 11 Kali Lipat
- Bank Mega Syariah Ekspansi Pembiayaan Emas, Dorong Akses Investasi Emas via Flexi Gold
Saat ini, katanya, pemerintah mendorong generasi muda untuk menjadi wirausaha dan berkoperasi sebagai salah satu upaya strategis dalam menjawab permasalahan kurang tersedianya lapangan pekerjaan bagi para lulusan sekolah menengah atas dan perguruan tinggi. Data yang terangkum menunjukkan, angka pengangguran lulusan SMA/SMK sebanyak 1.624.919 orang dan lulusan perguruan tinggi mencapai 600.000.
Pemerintah melalui berbagai program terus mendorong generasi muda agar bisa mengubah pola pikir mereka dari pencari kerja menjadi pencipta kerja alias berwirausaha dan berkoperasi. Diharapkan program ini dapat mengembangkan cita-cita dan ide mereka bermanfaat dan bernilai ekonomi, sekaligus membantu upaya pengurangan pengangguran dan kemiskinan. “Koperasi sebagai pusat pengembangan kewirausahaan dalam upaya mencetak para wirausaha yang tangguh, andal, mandiri dan berdaya saing global,” katanya.
Lebih jauh ia memaparkan, koperasi bisa menjadi pusat pengembangan attitude (sikap dan perilaku) wirausaha yang ditunjukkan melalui nilai-nilai dan prinsip serta jati diri koperasi. Selain itu, koperasi bisa menjadi pusat pendidikan dan pelatihan kewirausahaan, memberikan kesempatan dalam melaksanakan kewirakoperasian, baik itu usaha koperasi maupun usaha anggotanya.
Disamping koperasi sangat potensial menjadi wadah peningkatan jaringan usaha yang tersusun sebagai mata rantai.Pemerintah juga bertekad menjadikan koperasi sebagai ajang gaul dan nongkrong generasi muda di Tanah Air.”Generasi muda melalui koperasi akan dilatih menjadi wadah koperasi sebagai sarana memanfaatkan peluang bisnis,” pungkasnya.

