Jelang libur sekolah, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menghimbau masyarakat untuk memilih tempat wisata yang ramah dan aman bagi anak.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPIA) Asrorun Ni’am Sholeh, mengatakan, dalam perspektif perlindungan anak, setidaknya ada empat indikator tempat wisata yang ramah dan aman bagi anak, yaitu edukatif, inspiratif dan bebas dari kekerasan, pornografi dan eksploitasi.
Selain indikator di atas, yang paling penting adalah ratio kapasitas dengan jumlah pengunjung yang memadai. “ Jangan sampai kapasitas kecil, pengunjung membludak. Ini tentu tidak aman bagi anak,” kata Ni’am dalam rilisnya yang diterima MySharing, Kamis (17/12).
Menurutnya, keamanan merupakan syarat pertama tempat wisata ramah anak. Oleh karena itu, pengelola tempat wisata harus bisa memastikan jumlah petugas keamanan mencukupi untuk mengawasi para pengunjung. Ni’am pun mencontohkan, tempat wisata air, maka harus ada safe guard. Ada petunjuk keselamatan sehingga pengunjung bisa memahami apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana atau kecelakaan.
- Masjid Al-Ikhlas PIK Dibuka, Usung Islamic Classical Architecture Padukan Keindahan, Kesederhanaan dan Kekhusyukan
- CIMB Niaga Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Pelajar di 2026
- “D-8 Halal Expo Indonesia 2026”, Tegaskan Komitmen Indonesia dalam Mendorong Ekonomi Halal
- BSI Catat Penjualan Emas Tembus 2 Ton, Nasabah Nikmati Kenaikan Harga
Sejauh ini, lanjut dia, KPAI mencatat ada beberapa tempat wisata yang aman dan ramah untuk anak. Tempat wisata tersebut adalah Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kidzania, Phinisi di kawasan Blok M, Saung Mang Ujo, Kampung Gajah di Bandung, Kampung Dongeng di Ciputat dan Taman Safari, Cipanas,
KPAI sadar memiliki keterbatasan untuk menyeleksi tempat-tempat wisata yang ramah anak. ”Tapi, dengan keterbatasan itu, kita ingin menyerukan agar masyarakat mengetahui di mana saja tempat wisata yang layak dikunjungi anak,” tukasnya.
Lebih lanjut Ni’am menyampaikan, tempat wisata menjadi destinasi paling banyak dikunjungi saat libur sekolah. Hal ini tidak lepas karena berkurangnya aktivitas harian anak saat libur sekolah. Apalagi di saat perayaan natal dan akhir tahun, biasanya masyarakat antusias mengunjungi tempat rekreasi.
KPAI pun memberikan peringatan kepada orangtua untuk tidak melepas anak-anak mereka di tempat permainan game. Karena dalam pantauan KPAI, banyak tempat permainan yang menyediakan game online tidak ramah anak, yakni adanya konten yang penuh kekerasan, pornografi dan perjudian.
Ni’am berharap berharap para orangtua tetap mengedepankan keselamatan dan keamanan keluarga, khususnya anak-anak. Jangan sampai tempat rekreasi yang seharusnya diisi dengan keceriaan, berubah menjadi kesedihan.

