Lani Cahyaningsari dengan produk kaleng bekasnya. foto: dokumen Lani.

Kreasi Kaleng Bekas Mendulang Rupiah

[sc name="adsensepostbottom"]

Berawal dari hobi melukis, Lani menjadikan kaleng bekas sebagai media kreasinya yang bernilai rupiah. Lani pun berharap bisnisnya ini bisa go international.

Lani Cahyaningsari dengan produk kaleng bekasnya. foto: dokumen Lani.
Lani Cahyaningsari dengan produk kaleng bekasnya. foto: dokumen Lani.

Lani Cahyaningsari begitu mahir mendesain kaleng-kaleng bekas menjadi aneka barang fungsional. Seperti kaleng susus formula yang dilukis lucu dan dicat dengan paduan warna-warni. Kaleng susu ini pun berubah menjadi sebuah celegan menarik. “Saya hobi melukis , dan media yang dipakai ya kaleng-kaleng bekas ini,” kata Lani kepada MySharing, saat ditemui di galeri ‘Kaleng Lani’ di Jalan Raya Cilandak KKO, Jakarta, Rabu (10/6).

Lani mengaku melukis adalah hobinya sejak kecil. Bahkan ketika kuliah di Universitas Trisakti pun ia memilih jurusan yang berhubungan dengan hobinya yakni arsitektur. Latar belakang itulah, yang menginspirasi dirinya untuk menciptakan barang yang bernilai seni, namun fungsional dan bermanfaat bukan sekadar pajangan saja. “Jujur yang mendorong saya membuka bisnis ini adalah ibu mertua. Beliau bilang kita harus cari media yang unik untuk dijadikan bisnis masa depan,” ujar Lani.

Alhasil Lani pun menemukan kaleng bekas susu kental yang menumpuk di rumah ibunya. Kemudian ia pun membersihkan kaleng-kaleng itu, lalu didesain motif lucu yang dicat warna-warni. Akhinya kaleng bekas itu berubah menjadi tempat pensil yang bisa dipajang di meja belajar anak atau sebagai vas bunga dan bahkan bisa dijadikan souvenir ulang tahun. Tak cuma itu, dengan imajinasi dan kreativitasnya, Lani juga mampu menyulap kaleng susu bekas menjadi celengan, jam dinding, dan sebagainya.

Hasil kreasinya ini banyak yang menyukai hingga Lani pun kebanjiran pesanan. Maka sejak tahun 2008, Lani memfokuskan membuka bisnis berlabel Kaleng Lani. Yakni produk-produk barang fungsional dari kaleng bekas. ”Alhamdulilah bisnis Kaleng Lani ini membawa berkah untuk keluarga saya,” ujarnya.

Dalam sebulan, Lani meluncurkan minimal 10 desain baru. Menurutnya, untuk mendesain produknya itu dibutuhkan kreativitas yang tinggi. Ide-ide untuk menghias kaleng bekas itu pun biasanya datang begitu saja. “Kadang lagi ngelamun, ide itu muncul,” katanya.

Bergaya pop art dan childish membuat produknya menuai banyak peminat dari semua kalangan. Apalagi harga produk Kaleng Lani ini sangat terjangkau. Barang-barang lucunya itu dihargai mulai Rp 20.000-Rp 500.000. Khusus barang pesanan seperti meja fungsional yang ada papan caturnya dengan motif unik paduan warna menarik dipatok sekitar Rp 600.000 hingga Rp 900.000, sesuai tingkat kesulitannya. Sedangkan jam dinding dipatok Rp 200.000.Sehingga tak heran dalam sebulan Lani pun mampu meraih omzet sebesar Rp 15 juta.

Karya Lani ini mayoritas untuk souvenir pesta ulang tahun anak-anak atau kado. Dalam seminggu ia menerima pesanan souvenir 100 buah. Belum lagi penjualan barang kerajinan siap pakai lainnya seperti jam dinding, kaleng kerupuk, tempat tisu, dan lainnya. “Alhamdulilah order selalu banyak dalam sebulan sekitar 200-300 produk kaleng lukis,” kata Lani.

Bahkan menurut ibu tiga anak ini, pesanan tidak hanya datang dari Indonesia tapi juga dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura dan negara lainnya. Untuk pesanan luar negeri ini dikenakan ongkos kirim. ”Insya Allah bisnis Kaleng Lani bisa go international,” tukasnya.

Meskipun order produk kaleng bekas setiap bulan jumlahnya ratusan. Namun Lani tidak kesulitan mengumpulkan bahan bakunya. Untuk mendapatkan kalengnya, ia bekerjasama dengan berbagai kalangan. Misalnya kaleng bekas susu formula, diperolehnya dari ibu-ibu yang memiliki anak bayi. Sementara kaleng susu kental manis, ia bermintra dengan tukang es buah. Lani juga mengandalakn saudara dan temannya untuk mendonasikan kaleng bekasnya. Kaleng-kaleng bekas tersebut Lani beli dengan kisaran harga Rp 1.000-Rp 2.000 perkalengnya.