Minat umat muslim untuk menjelajahi dunia tak hanya terbatas pada negara-negara yang telah menjadi destinasi populer seperti Perancis atau Amerika. Negara pecahan Yugoslavia, Kroasia turut menarik pula perhatian para wisatawan muslim.

Perwakilan Badan Pariwisata Kroasia, Jelena Slavujevic, mengungkapkan pendapatan dari kunjungan wisatawan asing pada 2014 mencapai 7,8 miliar dolar AS, naik 2,8 persen dari 2013. “Namun di kuartal pertama 2015 sudah ada kenaikan kunjungan hingga 24 persen, jadi kami yakin jumlah kunjungan wisatawan tahun ini akan melampaui tahun lalu,” kata Slavujevic, dilansir dari times of oman, Senin (11/5).
Berdasar survei yang dilakukan oleh Institut Pariwisata Zagreb bertajuk “Preparing for Tomorrow: Analysing Tourism Demand from GCC countries to Croatia”, kunjungan wisatawan dari Kuwait menduduki peringkat pertama, diikuti Uni Emirat Arab, Qatar dan Oman. Rata-rata wisatawan tinggal selama tiga hari, dimana sebagian besar wisatawan Teluk (sekitar 83 persen) menginap di hotel bintang empat atau bintang lima. Baca: Produsen di Kawasan Balkan Lirik Industri Halal
Slavujevic pun menekankan betapa potensialnya pasar Teluk bagi perkembangan industri pariwisata Kroasia. Meningkatnya jumlah penerbangan langsung ke Zagreb ditengarai menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya kunjungan wisatawan muslim, utamanya dari kawasan Teluk. Qatar Airways akan menambah dua penerbangan, sehingga melengkapi jadwal perjalanan mereka menjadi tujuh penerbangan dalam seminggu. Sementara Turkish Airlines dan Lufthansa telah memiliki tujuh penerbangan seminggu ke Zagreb dari Dubai via Istanbul dan Jerman.
Chief Executive Officer Zagreb Tourist Board, Martina Bienenfeld, mengakui terjadi peningkatan kunjungan wisatawan muslim terutama dari Oman. “Walau Kroasia adalah salah satu destinasi yang telah populer di kalangan wisatawan Eropa, wisatawan asal Oman kini juga mulai mengekplorasi Zagreb dan Kroasia secara keseluruhan,” kata Martina. Baca Juga: Demi Tarik Minat Wisatawan Muslim, Spanyol Berbenah Diri
Bienenfeld menambahkan Zagreb juga telah memiliki sejumlah fasilitas untuk memenuhi permintaan pasar Timur Tengah. Zagreb menjadi kota pertama di Kroasia yang menyediakan fasilitas wisata syariah. “Saat ini Zagreb adalah rumah bagi 30 persen dari 15 hotel bersertifikat halal di Kroasia,” kata Bienenfeld. Meningkatnya kunjungan wisatawan dari kawasan Teluk pun berdampak positif pada jumlah biro wisata, hotel dan restoran di Zagreb yang menyesuaikan layanannya sesuai dengan kebutuhan para wisatawan muslim

