Kementerian Koperasi dan UKM menggelar Expo Pembiayaan Koperasi dan UKM untuk ketiga kalinya. Expo ini menjadi ajang untuk memperkenalkan aneka produk pembiayaan yang dapat diakses koperasi dan Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Ngurah Gede Puspoyoga mengatakan, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) telah berkembang dengan pesat seiring dinamika perkembangan sektor keuangan dan lingkungan bisnis di Indonesia.
Dengan demikian, lanjutnya, pemberdayaan KSP merupakan langkah penting dan strategis. Diharapkan KSP memberikan warna tersendiri agar masa depan koperasi Indonesia lebih baik. “Pemberdayaan akan terus ditingkatkan agar memenuhi permodalan bagi anggotanya khususnya pengusaha mikro,” kata Puspo, dalam Expo Pembiayaan Koperasi dan UKM, di SME Tower Jakarta, Rabu (26/11).
Lebih lanjut ia menegaskan, melalui expo pembiayaan ini, KSP dapat menunjukkan berbagai prestasi yang telah dicapai koperasi dalam meningkatkan pelayanan dan mengembangkan usahanya ke jenjang yang lebih baik dan besar. Dan sebagai penghimpun dana masyarakat, sekalipun dalam lingkup yang terbatas, KSP memiliki karakter yang khas. Yaitu merupakan usaha yang didasari pada kepercayaan dan banyak menanggung risiko.”Usaha KSP bukanlah kegiatan investasi. Sehingga pengelolaanya harus dilakukan secara professional dan dengan prinsip kehatian-hatian,” ungkapnya.
- CIMB Niaga Syariah Luncurkan Program Jumat Baik, Perkuat Komitmen Melangkah Sesuai Kaidah
- Bank Muamalat Catat Pertumbuhan Volume Transaksi Ziswaf 24,75% via Muamalat DIN
- BSI Fest Ramadan 2026 Digelar di 9 Kota Besar, Tawarkan Diskon Umroh
- Prudential Syariah Luncurkan PRUHeritage Syariah Essential Plan USD, Nilai Proteksi Meningkat hingga 150%
Ia mengingatkan, bahwa perkembangan ekonomi ke depan akan penuh dengan persaingan. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang dapat meningkatkan daya saing KSP. “Strategi yang perlu diimplentasikan pengurus koperasi adalah mempergunakan aplikasi tekonlogi informasi. Sehingga pelayanan koperasi dapat lebih cepat, transparan dan efiesien,” tutur Puspoyoga.
Untuk meningkatkan pelayanan kepada anggota dan calon anggota, maka KSP harus peningkatkan kompetensi pengelola koperasi. Selain itu, kemitraan dengan perbankan juga harus dijalin dengan didasari hubungan saling menguntungkan.
Sementara Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM, Choirul Djamhari mengatakan, tujuan expo ini adalah memasyarakatkan berbagai produk pembiayaan bagi koperasi dan UKM, memperkenalkan perbankan yang dapat diakses, dan memberi bekal kepada koperasi dan UKM dalam bidang pembiayaan usaha.
“Koperasi sudah menjadi bagian penting bagi rakyat Indonesia. Expo ini peluang sekaligus momen strategsi bagi para peserta untuk lebih dikenal masyarakat, terutama mengenai produk pembiayaan dari Lembaga Keuangan Mikro, seperti KSP,” kata Djamhari.
Ia menambahkan, dengan keikutsertaan LKM, koperasi maupun perbankan konvensional dan syariah dalam expo ini. Diharapkan dapat menambah kepercayaan masyarakat bahwa lembaga keuangan tersebut memang sehat dan dikelola dengan manajemen professional.
Expo Pembiayaan Koperasi dan UKM bertajuk “Membimbing Anda Memperoleh Modal Usaha”, ini berlangsung dua hari dari tanggal 26-27 November, menghadirkan 61 peserta yaitu LKM, perbankan, non perbankan termasuk KSP konvesional maupun syariah. Acara ini juga menampilkan 21 UKM binaan.

