Jangan sampai pelabelan halal tidak dibarengi dengan koalitas produk.
Founder Markplus Indonesia, Hermawan Kartajaya tampil sebagai keynote pada gelaran International Halal Lifestyle dan Expo Conference (INHALEC) 2017 di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (19/10).
Hermawan mengatakan, umat Muslim perlu menguasai pasar sebelum memberi label halal. Saat dalam proses menguasai pasar, pasti industri itu akan melalui tahap-tahap yang baik, sehingga sampai pada titik puncak. “Setelah di puncak itu, baru beri label halal,” ujarnya.
Hal yang sama juga, kata dia, berlaku untuk sektor ekonomi lain yang hendak diberi label halal. Contohnya, wisata halal, maka pakem-pakem wisata harus diterapkan lalu diberikan label halal. Hermawan pun mengingatkan, jangan sampai pelabelan halal tidak dibarengi dengan kualitas.
- BPKH dan Bank Muamalat Gelar Synergy Roadshow 2026 di Bandung
- CIMB Niaga dan Cathay Hadirkan Solusi Perjalanan Internasional Lebih Efisien via Cathay Travel Fair 2026
- Bank Muamalat Catat Kenaikan Transaksi Sertifikasi Halal Secara Daring
- BCA Syariah, BEI dan Henan Sekuritas Berkolaborasi untuk Edukasi Keuangan Syariah Bagi Mahasiswa PNJ
Dirinya pun mencontohkan Korea Selatan (Korsel) yang mulai memberikan perhatian serius pada wisata halal. Menurutnya, Korsel akan mudah memberikan label halal pada sektor wisatanya, karena dasar wisatanya sudah terbentuk.
”Tinggal dibuat saja wisata halalnya, pasti akan langsung diminati. Orang Indonesia Muslim maupun non Muslim pasti senang kalau ke Korea Selatan,” ungkap Hermawan.
Pada kesempatan ini, dia pun mencontohkan, di Indonesia terdapat perusahaan kosmetika ternama yaitu Wardah. Menurutnya, Wardah ini tidak sekedar halal, tapi berkualitas dalam kemasanan produk kosmetikannya. ”Wardah terbukti sudah ada inovasi dan sainsnya,” pungkas Hermawan.

