Dalam rangka menerbitkan Islamic Wealth Management Report 2015 akhir tahun ini, Edbiz Consulting Bekerjasama dengan Labuan IBFC.

Laporan ini bertujuan untuk mempersempit kesenjangan antara permintaan dan penawaran di produk wealth management syariah.
Meskipun pasar cukup bervolatilitas dan kondisi geo-politik yang tidak menentu, industri manajemen kekayaan (wealth management) global diestimasi tumbuh pada rata-rata delapan persen per tahun, dengan total aset di bawah manajemen diperkirakan akan mencapai USD 345 Triliun pada 2016. Seiring dengan pertumbuhan ini, Islamic wealth management juga meningkat dalam beberapa tahun terakhir dengan jumlah yang signifikan
- Bank Mega Syariah Catatkan Pembiayaan Konsumer Tumbuh 17,7% per Juni 2026
- Synergy Roadshow 2026, BPKH dan Bank Muamalat Sambangi Bandung
- BPKH dan Bank Muamalat Gelar Synergy Roadshow 2026 di Bandung
- CIMB Niaga dan Cathay Hadirkan Solusi Perjalanan Internasional Lebih Efisien via Cathay Travel Fair 2026
Laporan akan mengeksplorasi pertumbuhan dan kekayaan Islami, menyoroti konsentrasinya di berbagai kawasan, dan menyediakan telisik data bisnis. Islamic wealth management kali ini akan ditinjau juga dari sudut berbeda ,dengan berfokus pada filantropi Islam dan tanggung jawab sosial.
“Sektor manajemen kekayaan Islam tetap menjadi salah satu daerah yang belum dimanfaatkan beberapa yang tersisa di industri. Dengan membawa laporan ini ke pasar, kami berharap untuk memulai diskusi yang kuat seputar pemanfaatan kekayaan secara syariah dan khususnya pada manajemen kekayaan pribadi, “kata Direktur Jenderal Labuan Financial Services Authority, Datuk Ahmad Hizzad Baharuddin.
Peran wakaf dan amal juga akan dibahas dalam konteks manajemen kekayaan Islam. Laporan ini juga akan mencakup survei persepsi industri manajemen kekayaan Islam untuk mengidentifikasi permintaan dan penawarannya.

