Suasana Thamrin seetelah ledakan bom. Foto: BBC Indonesia

Ledakan Bom Tidak Berimbas pada Ekonomi

[sc name="adsensepostbottom"]

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli meyakini ledakan di pos polisi di depan gedung Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta, tidak akan berdampak panjang bagi sektor ekonomi, khususnya terhadap pariwisata dan kepercayaan investor.

Suasana Thamrin seetelah ledakan bom. Foto: BBC Indonesia
Suasana Thamrin setelah ledakan bom. Foto: BBC Indonesia

“Tentu dalam jangka pendek akan ada dampaknya (bagi pariwisata), tapi dalam jangka menengah dampaknya akan berkurang,” kata Rizal sebagaimana dikutip dari Antara, Kamis (14/1).

Mantan Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu menilai ledakan bom serta adu tembak tersebut juga tidak akan menggangu kepercayaan investor yang menanamkan modal ke Indonesia.

Ia juga membantah jika kejadian tersebut dilakukan untuk merusak iklim investasi di Indonesia sehigga membuat investor enggan menanamkan modal di Tanah Air.

“Saya kira ada dampaknya, tapi dengan berjalan waktu tentu akan berkurang. Kita kan juga pernah mengalami bom di Marriott, misalnya, mula-mula memang terasa sekali dampaknya. Apalagi waktu itu ada korbannya orang asing. Tapi setelah berapa lama tentu akan berkurang dampaknya,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan pariwisata merupakan sektor yang paling sensitif terdampak isu keamanan seperti kejadian ledakan bom.

“Pariwisata itu hubungannya linear dengan isu keamanan. Kalau isu keamanan naik 10 persen atau artinya aman, pariwisatanya juga naik 10 persen,” katanya.

Sektor perdagangan, lanjut Arief, juga terdampak oleh isu keamanan tersebut meski tidak separah pariwisata.

Selanjutnya, investasi menjadi sektor yang paling tidak sensitif terhadap perkembangan isu keamanan.

“Jadi istilahnya kalau bisa keamanan naik 10 persen, investasi hanya naik 1 persen. Begitu pula kalau turun 10 persen, akan turun 1 persen. Jadi yang paling sensitif itu pariwisata karena bisa positif dan negatif,” katanya.

[bctt tweet=”Menteri Arief: Teror Jakarta ancam bisnis pariwisata Indonesia dalam jangka pendek”]

SBI  Turun 7,25 Persen
Sementara itu di hari yang sama, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan menurunkan tingkat suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 7,25 persen dari sebelumnya 7,5 persen.

Selain itu Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia menetapkan suku bunga Deposit Facility 5,25 persen dan Lending Facility pada level 7,75 persen.

[bctt tweet=”Bom di Jakarta, SBI malah turun 7,25 Persen “]

“Keputusan ini sejalan dengan pernyataan Bank Indonesia sebelumnya, bahwa ruang pelonggaran kebijakan moneter semakin terbuka dengan terjaganya stabilitas makroekonomi, serta mempertimbangkan pula meredanya ketidakpastian pasar keuangan global pascakenaikan Fed-Fund Rate (FFR), ” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara.