Untuk meningkatkan kesejahteraan warga Muara Angke, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) tidak hanya memberikan bantuan kredit. Tapi juga melestarikan kawasan itu dengan program “Senyum Hijau Kampoeng Muara Angke.”

Direktur Utama BNI Achmad Baiquni mengatakan sejak Kampoeng BNI Muara Angke didirikan pada 19 Oktober 2011, terdapat 60 mitra binaan BNI yang mendapatkan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Kemitraan senilai Rp 2,3 miliar. ”Seluruh kredit tersebut sudah dilunasi pada tahun 2014,” kata Achmad dalam rilisnya yang diterima MySharing, Senin (10/8).
Muara Angke, lanjut dia, dikenal sebagai kawasan Pengelolaan Hasil Perikanan Tradisional (PHTP) seluas 7 hektar ini adalah adalah milih pemerintah provinsi DKI Jakarta. Lokasi tersebut dikenal sebagai pusat pengolahan ikan asin, ikan pindang, ikan asap dan pengolahan atau pemanfaatan limbah ikan.
Untuk meningkatkan kualitas hidup warga di sekitar Kampoeng BNI Muara Angke. BNI, kata Achmad, BNI tidak hanya memberikan bantuan penguatan usahanya, melainkan juga memberikan capacity building, pengadaan water treatment, menyelenggarakan Gelar Karya Pemberdayaan Masyarakat, membangun jalan akses dengan paving block, menyelenggarakan Nadran Nelayan, penanaman pohon mangrove, memberikan bantuan sarana pendidikan korban kebakaran, dan bantuan sarana ibadah.
Bahkan, tegasnya, menyambut perayaan HUT ke-70 RI, BNI kembali menggelar aksi sosial bertajuk ”Senyum Hijau Kampoeng Muara Angke”. Program ini selain membersihkan sampah-sampah, juga penanaman dan pembagian 2.500 bibit pohon untuk menghijauan dan meneduhkan kawasan Muara Angke. Baca: Rayakan HUT RI, BNI Bersihkan Muara Angke.
Bibit pohon tersebut, terdiri dari 2.000 pohon keras seperti trembesi, kalpataru, ketapang laut dan sengon. Sebanyak 500 pogin lainnya adalah tanamana pot yang dibagikan ke rumah-rumah warga berupa bibit bunga pucuk merah, puring dan bougenville.
Selain menanam bibit pohon, acara Senyum Hijau Kampoeng Angke juga dimeriahkan oleh festival lomba hias perahu nelayan tradisional yang terinspirasi dari upacara adat bernama Nadran. Yakni dimana nelayan mengadakan sebuah festival atau lomba kapal hias dalam rangka mensyukuri hasil tangkapan laut. ”Terdapat 50 kapal yang mengikuti festival ini,” ujarnya.
Acara ini juga dimeriahkan oleh paralayang show dengan mengajak komunitas paramotor. Sebanyak 20 komunitas paramotor akan mengibarkan pesan pelestarian lingkungan sehingga masyarakat diharapkan sadar akan pentingnya kelestarian alam.
Band Kerispatih juga turut meramaikan program ”Senyum Hijau Kampoeng Muara Angke, dengan aksi musiknya dari bahan daur ulang. Nadine Chandra Winata dan Denny Sumargo yang konsen terhadap isu lingkungan juga hadir dalam kemeriahan tersebut. Selain itu, motivator Poppy Amalya sangat antusias memberikan motivasi dan mendorong para volunteer mengenai pentingnya kesadaran akan lingkungan hijau dan bersih.
”Dengan upaya tersebut, kami berharap Kampoeng BNI Muara Angke akan menjadi sebuah perkampungan pengolahan ikan asin yang hijau, bersih dan sehat. Dengan sebuah lingkungan yang lestari, nantinya dapat berkonstribusi pada peningkatan kesejahteraan warga,” pungkas Achmad.

