Perusahaan penyedia komunikasi data, Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) memberikan bantuan berupa satu unit mobil ambulans kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Direktur Bisnis Lintasarta, Alfi Asman menyerahkan langsung kepada Ketua Bidang Program BAZNAS, Husein Ibrahim. Melalui penyerahan ambulans ini, Alfi mengharapkan bantuan tersebut dapat digunakan secara optimal untuk kepentingan masyarakat luas. “Semoga bantuan seperti ini dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” katanya, dikutip dari laman resmi BAZNAS, Kamis (9/4).
Ambulans yang diberikan memiliki fasilitas yang cukup lengkap, seperti tabung oksigen, regulator, tabung pemadam kebakaran, alat-alat infus, tandu medis dan flow meter. Bantuan berupa ambulans ini pun merupakan yang kedua kalinya dilakukan Lintasarta untuk digunakan Rumah Sehat BAZNAS. Baca Juga: BRI Syariah Gelar Program Sejuta Berdaya bersama BAZNAS
- KNEKS dan Atsiri Research Center Universitas Syiah Kuala bekerja sama Mengembangkan Hilirisasi Bahan Baku Halal berbasis Minyak Nilam
- Bank Muamalat Catat Kenaikan Jumlah Transaksi Top Up Kartu Uang Elektronik Hingga 180,52%
- Asosiasi DPLK dan DPLK Syariah Muamalat Inisiasi Sinergi Ekosistem Syariah bagi Sektor Informal
- Bank Muamalat Sukses Raih Dua Penghargaan di Ajang TOP GRC Awards 2026
Husein menuturkan ambulans tersebut akan memperkuat Layanan Luar Gedung Rumah Sehat BAZNAS yang memberikan pelayanan kesehatan dengan sistem jemput bola, menyasar lokasi-lokasi yang sulit dijangkau oleh fasilitas konvensional. Jenis layanan ini terdapat di seluruh Rumah Sehat BAZNAS yaitu di Jakarta, Yogyakarta, Sidoarjo dan Makassar. Pada 2014 lalu, rata-rata Rumah Sehat BAZNAS tiap bulannya melayani sekitar 13 ribu mustahik.
Selain menyerahkan mobil ambulans, Lintasarta juga memberikan bantuan untuk operasi katarak gratis kepada 100 orang mustahik melalui dana infak sebesar Rp 215 Juta. Operasi tersebut dilaksanakan dengan dua tahap, dengan tahap pertama sebanyak 50 mustahik pada tanggal 4 April 2015. Tahap kedua akan dilaksanakan pada 29 April 2015 dengan pasien katarak sebanyak 50 orang mustahik. Layanan penyembuhan pasien katarak ini lengkap mulai dari pra operasi, tindakan operasi hingga monitoring paska operasi tersebut.

