Bank Muamalat Indonesia ditunjuk sebagai penyelenggara (host) Program Literasi dan Edukasi Keuangan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penyelenggaraan acara tersebut digelar di Mall of Serang, Banten, Rabu (28/2). Program Literasi dan Edukasi Keuangan ini sendiri merupakan tindak lanjut dari sosialisasi Program Cetak Biru Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia yang sebelumnya telah dilakukan oleh OJK.
Bank Muamalat Indonesia memandang penting program yang digagas oleh OJK ini, yang diharapkan dapat semakin mendorong industri perbankan untuk terus mengembangkan dan menciptakan produk dan jasa keuangan yang lebih bervariasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sehingga dapat memberi keuntungan secara komersial.
“Literasi dan Edukasi Keuangan memberikan manfaat yang besar bagi sektor perbankan. Hal ini mengingat masyarakat adalah pengguna produk dan jasa perbankan. Dengan kata lain, Bank dan masyarakat saling membutuhkan satu sama lain, sehingga semakin tinggi tingkat literasi keuangan masyarakat, maka semakin banyak masyarakat yang akan memanfaatkan produk dan jasa perbankan”, kata Meitra Sari, Corporate Secretary Bank Muamalat. Bagi Bank Muamalat acara ini juga diharapkan dapat menjadi media promosi yang efektif untuk menjual produk dan layanan Bank Muamalat yang dapat berdampak pada peningkatan DPK Bank Muamalat.
Sebagai lembaga jasa keuangan (LJK) menjadi kewajiban bagi Bank Muamalat Indonesia menyelenggarakan edukasi dalam rangka meningkatkan Literasi Keuangan kepada masyarakat.
Berdasarkan hasil survey OJK tentang tingkat Literasi Keuangan masyarakat, indeks literasi masyarakat Indonesia terhadap produk dan jasa perbankan diklasifikasikan menjadi not literate sebesar 0,73%, less literate 2,04%, sufficient literate 75,44%, dan well literate 21,80%. Sedangkan survey indeks utilitas masyarakat terhadap produk dan jasa perbankan sebesar 57,28%. Kedua hasil survey tersebut memperlihatkan fakta bahwa sebagian besar masyarakat memanfaatkan produk dan jasa perbankan tanpa disertai dengan pemahaman yang memadai. Survey oleh OJK ini sendiri dilakukan terhadap 8000 responden.
Dengan penyelenggaraan acara program Literasi Keuangan dan Edukasi ini diharapkan literasi masyarakat terhadap produk dan jasa perbankan meningkat dari yang sebelumnya less literate menjadi well literate. Disamping itu, program ini bertujuan untuk meningkatkan awareness, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat mengenai produk dan jasa perbankan.
Hingga saat ini, aset industri perbankan syariah Tanah Air sebesar Rp 229,5 Triliun dengan perolehan pangsa pasar sebesar 5% dari total aset industri perbankan di Indonesia. Dari prosentase tersebut, Bank Muamalat berhasil meraih 24% pangsa pasar perbankan syariah di akhir tahun 2013. Perolehan market share Bank Muamalat tumbuh bila dibandingkan dengan tahun 2012 sebesar 23% yang berbanding lurus dengan pertumbuhan aset Bank Muamalat.
Rata – rata pertumbuhan kinerja keuangan Bank Muamalat Indonesia bila dibandingkan dengan rata – rata pertumbuhan industri perbankan syariah juga lebih tinggi. Apabila dibandingkan dengan awal beroperasinya Bank Muamalat pada tahun 1992 yang juga merupakan awal kelahiran Bank Syariah di Indonesia, pertumbuhan bisnis Bank Muamalat mengalami peningkatan signifikan. Aset pada saat itu hanya Rp 121 Miliar, sedangkan akhir tahun 2013 aset Bank Muamalat telah mencapai Rp 54,9 Triliun. Perkembangan aset Bank dihasilkan melalui transformasi operasional yang dilakukan dalam 5 tahun terakhir, sehingga telah membuat aset Bank Muamalat Indonesia tumbuh sekitar 33% setiap tahunnya.


