Sudah ada bimbingan kepada Biofarma untuk proses dan syarat sertifikasi.
Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetik Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Biofarma telah melakukan pertemuan membahas mensertifikasi vaksin Maesles Rubella (MR).
Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim mengatakan, dalam pertemuan antara LPPOM, Kemenkes, dan Biofarma yang sudah dilakukan, ketiga pihak menyepakati proses sertifikasi vaksin MR. Mereka sepakat ini semua butuh percepatan. Komisi Fatwa MUI tetap akan membahas ini setelah ada hasil audit dari LPPOM MUI.
”Sudah ada bimbingan dari LPPOM kepada Biofarma untuk mempersiapkan dokumen yang harus disampaikan sebagai bagian proses dan syarat sertifikasi,” ungkap Lukman kepada MySharing ditemui usai saat Rapat Pimpinan MUI di Kantor Pusat MUI, Jakarta, Selasa (5/9).
- BPKH dan Bank Muamalat Gelar Synergy Roadshow 2026 di Bandung
- CIMB Niaga dan Cathay Hadirkan Solusi Perjalanan Internasional Lebih Efisien via Cathay Travel Fair 2026
- Bank Muamalat Catat Kenaikan Transaksi Sertifikasi Halal Secara Daring
- BCA Syariah, BEI dan Henan Sekuritas Berkolaborasi untuk Edukasi Keuangan Syariah Bagi Mahasiswa PNJ
Di sisi lain, kata Lukman, pemerintah terus melanjutkan program ini. Kepada LPPOM MUI, pemerintah menyebutkan ada urgensi atas vaksinasi ini. Ditegaskan Lukman, hal itu di luar kewenangan MUI, dan MUI hanya meminta vaksin MR disertifikasi. Proses sertifikasi butuh waktu dan proses vaksinasi tetap berlangsung. Yang dapat MUI lakukan adalah mengimbau dan menjalankan kesepakatam yang dibuat.
”LPPOM MUI tetap fokus pada sertifikasi sehingga tidak bisa kami disebut menghambat program ini. Yang MUI lakukan adalah imbauan dan jalankan kesepakatam yang dibuat,” tegas Lukman.
Dikatakan Lukman, LPPOM MUI melihat Biofarma dan Kemenkes memberi respons positif atas permintaan sertifikasi vaksin MR. Kesepakatan bersama ini merupakan hal luar biasa. “Meski kami harap Menkes juga bisa memberi penjelasan secara langsung kepada pimpinan MUI, tapi waktunya belum cocok,” ujar Lukman.
Dalam diskusi itu, lanjut dia, LPPOM MUI menyampaikan pola sertifikasi dan diharapkan bisa berlanjut. Ini titik awal buat semua dalam rangka melayani dan memberi informasi kepada masyarakat. Seperti untuk vaksin meningitis, itu sudah disertifikasi atas koordinasi Kementerian Agama (Kemenag), Kemenkes, dan Biofarma. “Secara umum ini positif,” pungkas Lukman.

