Luxembourg menjadi salah satu negara di Eropa yang turut mengembangkan keuangan syariah. Kali ini negara tersebut berencana menjalin kerjasama dengan Oman.

Pada tahun lalu Luxembourg menerbitkan sukuk perdananya senilai 200 juta euro. Penawaran sukuk tersebut memperoleh kelebihan permintaan sebanyak dua kali. Menteri Keuangan Luxembourg, Pierre Gramegna, mengatakan penerbitan sukuk tersebut menjadi suatu langkah untuk mendiversifikasi instrumen keuangan dan berinovasi.
Bursa Saham Luxembourg menjadi tonggak pertama di Eropa untuk pencatatan sukuk. Penerbit sukuk dari Malaysia, Pakistan, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Eropa pun telah melakukan listing sukuk di negara tersebut. Selain itu, Luxembourg juga telah mengembangkan instrumen investasi syariah. Baca: Luxembourg Akan Kembali Terbitkan Sukuk
Di lain pihak, industri keuangan syariah Oman tumbuh cukup pesat dan tak terlalu terpengaruh dengan gejolak harga minyak dunia. Kini perbankan syariah Oman juga sudah mulai memperluas pembiayaannya ke sejumlah proyek infrastruktur. Presiden Eksekutif Bank Sentral Oman, Hamood Sangour Al Zadjali, mengatakan dari waktu ke waktu pihaknya selalu memantau perkembangan terkini sektor perbankan syariah Oman.
“Bank syariah saat ini belajar untuk memperoleh manfaat dari pengalaman lembaga-lembaga keuangan syariah global terkemuka, dan memerlukan lebih banyak waktu untuk menghimpun dana tabungan, mendiversifikasi dan mengembangkan instrumen keuangan berbasis syariah sesuai dengan kebutuhan pasar lokal,” pungkas Al Zadjali. Baca Juga: Mulai Ramainya Pasar Sukuk Oman

