Rais Syuriyah NU DKI Jakarta KH Mahfudz Asirun

Mafhudz : NU DKI Tidak Mendukung Gubernur Non Muslim

[sc name="adsensepostbottom"]

Nahdlatul Ulama (NU) menghimbau umat Islam dan partai politik agar satu suara mengusung satu pasang calon gubernur Muslim DKI Jakarta periode 2017-2022 .

Rais Syuriyah NU  DKI Jakarta KH Mahfudz Asiru menegaskan, umat Muslim Jakarta hanya ingin Ibu Kota dipimpin oleh gubernur yang berasal dari kalangan Muslim. Pasalnya, hanya pemimpin Muslim yang dapat mempersatukan umat Islam di Jakarta.

Oleh karena itu, lanjut dia, para tokoh dan ulama yang bergabung dalam muzakarah berencana akan merangkul partai untuk sama-sama mengusung satu pasangan Muslim. Menurutnya, bersatunya umat tergantung dari pemimpimnya. Lalu kenapa tidak segera bersatu?Partai-partai belum mengkerucut dan sepakat terhadap satu gubernur dan wakilnya. Ini akan menghambat kesatuan umat.

”Rusaknya rakyat karena rusaknya raja-raja (pemimpin), rusaknya para raja (pemimpin), karena rusaknya ulama oleh karena harta dan pangkat. Mari kita selamatkan umat,” tegas Mahfudz, yang juga menjabat Ketua Dewan Pemilih.

Mahfudz menegaskan, NU DKI tidak mendukung gubernur non Muslim. NU mendukung gubernur yang beriman, yang senang sama rakyat dan disenangi sama rakyat. ”Mungkin saja atasan saya atau bawahan saya ada yang mengatakan bahwa NU mendukung non Muslim. Yang jelas Rais Syuriyah NU DKI tidak mendukung gubernur non Muslim,” tukasnya.

Pimpinan pesantren Al-Itqon menyampaikan itu karena sebagai kewajiban dan terpanggil, jangan sampai NU juga mendukung  gubernur non Muslim. Oleh karena itu, Mahfudz menghimbau umat Islam di DKI Jakarta agar satu suara. Dia juga berharap para partai politik peserta pilgub DKI Jakarta 2017 mengusung satu pasang calon Muslim.

[bctt tweet=”KH Mahfudz Asirun: NU mendukung gubernur yang beriman!” username=”my_sharing”]

”Kita berdoa, semoga ada pertolongan agar Gubernur DKI Jakarta 2017 sesuai dengan yang kita harapkan, yakni jujur, bersih, tegas, cerdas, dan beradab,” pungkasnya.