Maladewa Bidik Posisi Pusat Keuangan Syariah di Asia Selatan

[sc name="adsensepostbottom"]

Industri keuangan syariah Maladewa mulai berkembang. Empat tahun lalu bank syariah pertama dibuka di Maladewa. Kini bank lainnya turut memperluas jangkauannya dengan membuka unit layanan syariah (shariah window).

keuangan syariah globalBank of Maldives telah mulai menawarkan tabungan ritel pada Januari lalu melalui unit layanan syariah. Variasi produk berupa pembiayaan komersial dan ritel akan segera dtambahkan dalam jangka waktu dua tahun. Deputy Minister for Islamic Affairs Aishath Muneeza, menilai unit layanan syariah akan meningkatkan aset keuangan syariah menjadi lima persen tahun ini, dari yang sebelumnya sebesar tiga persen.

“Pertumbuhan keuangan syariah akan sangat cepat. Saya berharap kami akan bisa membentuk pusat keuangan syariah, yang akan berperan sebagai pemimpin keuangan syariah dan industri halal di kawasan Asia Selatan,” ujar Muneeza, dilansir dari albawaba, Senin (18/5). Bank syariah pertama di Maladewa adalah Maldives Islamic Bank yang dibuka pada Maret 2011 dengan modal 12 juta dolar AS. Baca Juga: Indonesia Punya Peluang Jadi Pusat Keuangan Syariah Dunia

Pemerintah Maladewa sebelumnya juga telah membentuk dewan penasihat syariah dan membuat regulasi untuk investasi sukuk. Menurut media Bloomberg, Maladewa saat ini sedang mencari diversifikasi ekonomi dengan berupaya menyediakan instrumen keuangan syariah demi menarik dana dari India, yang memiliki populasi muslim hingga 166 juta jiwa namun belum ada instrumen sukuk atau lembaga keuangan syariah. “Keunggulan yang Maladewa miliki adalah mereka tak memiliki regulasi ketat seperti Sri Lanka atau Pakistan. Mereka jadi lebih gesit dalam hal itu dibanding pesaing lainnya di Asia Selatan,” kata Direktur Amanie Advisors, Baiza Bain.

Menurutnya, Maladewa telah melakukan langkah positif dengan mengeluarkan peraturan sukuk, namun yang perlu dilakukan saat ini adalah mampu menarik salah satu pelaku utama keuangan syariah. “Jika Anda memiliki salah satu bank besar beroperasi di sana, hal itu akan mendorong bank lainnya untuk beroperasi di Maladewa,” tukas Baiza. Baca: Mega Islamic Bank Perlu Hadir untuk Pengoptimalan Wakaf

Otoritas Moneter Maladewa telah mulai menawarkan surat berharga syariah pada 2013. Di tahun yang sama Housing Development Finance Corporation menerbitkan sukuk pertama di negara itu. Pemeirntah Maladewa kini juga sedang gencar mengembangkan sektor halal, terutama di sektor ekspor ikan.