Malaysia Berebut Saham Bank Muamalat

[sc name="adsensepostbottom"]

bank muamalat indonesiaBank syariah Malaysia kini tengah menaruh perhatian terhadap perkembangan pasar ekonomi syariah Indonesia. Seperti dimuat oleh kantor berita Reuters (20/5), bank Islam Malaysia sudah merencanakan untuk menjadi pemegang saham PT. Bank Muamalat Indonesia yang merupakan bank syariah tertua di Indonesia. Namun hal ini ditampik oleh direktur Bank Islam Malaysia, Zukri Samat, yang mengatakan bahwa pihaknya tidak akan berpartisipasi untuk menjadi salah satu pemegang saham Bank Muamalat, sebab penawarannya dianggap masih teramat mahal.

Selain bank Malaysia, beberapa investor Timur Tengah juga berminat atas kepemilikan saham Bank Muamalat, yang saat ini masih dalam tahap uji coba penjajakan pasar ekonomi syariah Indonesia. Tak hanya itu saja, Khazanah Nasional serta grup konglomerat DRB-Hicom sebagai pemegang saham utama Bank Muamalat dikabarkan juga akan menjual kepemilikan sahamnya sebesar 30 persen kepada divisi perbankan syariah dari BIMB Holding Berhad Malaysia. Jika hal tersebut tercapai, DRB-Hicom masih akan menjadi pemilik saham bank Muamalat terbesar dengan kepemilikan saham sebesar 70 persen. BIMB sendiri dikenal sebagai pionir investor pendanaan sektor ekonomi syariah Negeri Jiran yang asetnya telah melantai di bursa efek Malaysia.

Rencana tersebut ditanggapi serius oleh Johan Abdullah sebagai CEO BIMB yang mengatakan bahwa bank Muamalat memang akan menjual sebagian kepemilikan sahamnya dan tengah menaruh perhatian kepada proses negosiasi dengan mereka sebagai pembeli potensial. Johan juga mengatakan kini prosesnya tengah digodok di meja rapat dewan komisaris BIMB. Setelah akuisisi diputuskan, selanjutnya BIMB akan mengajukan persetujuan kepada bank Central Malaysia untuk memulai proses negosiasi. Siapakah yang akan menjadi pemilik baru saham Bank Muamalat? Kita lihat saja berita ekonomi syariah selanjutnya