Malaysia Buka Kesempatan Bank Asal Indonesia Ekspansi ke Negaranya

[sc name="adsensepostbottom"]

Integrasi perbankan ASEAN yang terangkum dalam ASEAN Banking Integration Framework Guidelines telah menjadi panduan menyongsong liberasasi perbankan di kawasan regional Asia Tenggara. Otoritas Malaysia pun kini membuka diri bagi perbankan asal Indonesia untuk beroperasi di negaranya.

tansrizetiGubernur Bank Negara Malaysia, Tan Sri Zeti Akhtar Aziz, mengatakan seiring dengan disepakatinya kesepakatan bilateral integrasi perbankan antara Indonesia dan Malaysia, pihaknya pun menunggu partisipasi Qualified ASEAN Bank (QAB) asal Indonesia ke sistem keuangan Malaysia yang akan mendapat perlakuan sama dengan bank asal Malaysia. Baca: Indonesia-Malaysia Capai Kesepakatan Integrasi Perbankan ASEAN

“Kami ingin melihat partisipasinya yang bisa memfasilitasi kohesi antara perekonomian dua negara, seperti bisnis dan komunitas di dua negara,” kata Zeti dalam Konferensi Pers Penandatanganan Kerjasama Bilateral antara Indonesia-Malaysia untuk Dukungan Integrasi Perbankan ASEAN (31/12). Baca Juga: Apa Isi Kesepakatan Indonesia-Malaysia Soal Integrasi Perbankan?

Ia menambahkan selama lebih dari 10 tahun usai krisis ekonomi Asia di akhir era 1990-an, perbankan Malaysia telah membangun kapabilitas dalam hal skala, efisiensi, produktivitas dan daya saing. Pihaknya juga mulai membuka sistem keuangannya secara bertahap. Beberapa waktu lalu Malaysia membuka pintu bagi lima bank asing beroperasi di Malaysia, dan salah satunya berasal dari Indonesia. Zeti pun tak khawatir dengan semakin terbukanya sistem keuangan akan berdampak pada perbankan Malaysia.

“Malah ini adalah potensi dan menjadi prioritas untuk mempromosikan kesepakatan bilateral ini. Dengan kehadiran bank Indonesia di Malaysia dan sebaliknya akan memfasilitasi investasi dan hubungan bilateral yang baik untuk perusahaan besar maupun kecil, permintaan domestik juga akan tumbuh besar, mendorong usaha kecil dan menengah dan akses pasar di konsumer juga akan besar melalui integrasi perbankan. Karena itu kami akan sambut baik bank asal Indonesia untuk masuk ke sistem keuangan Malaysia,” papar Zeti.

Ia menambahkan asas resiprokal dalam ABIF Guidelines menjadi salah satu kunci utama liberalisasi perbankan di kawasan ASEAN. “Jika sudah ada tiga bank Malaysia di Indonesia, maka mereka bisa ada tiga bank di Malaysia,” tegas Zeti. Seluruh negara ASEAN yang menandatangani kesepakatan bilateral dengan Malaysia pun akan mendapat peluang yang sama.