Malaysia dan Arab Saudi mendominasi pangsa dana kelolaan syariah global. Keduanya memiliki total pangsa pasar 62 persen, atau sekitar 73 miliar dolar AS pada 2014.

Dilansir dari laman Rakyat Post, Senin (9/3), kekayaan finansial global diproyeksikan meningkat dari 152 triliun dolar pada 2013 menjadi 198 triliun dolar pada 2018, atau tumbuh 5,4 persen per tahun dalam lima tahun mendatang. Kawasan Asia Pasifik, kecuali Jepang, dinilai akan mendominasi dengan porsi 52 persen, atau meningkat hingga 24 triliun dolar AS.
Securities Commission Malaysia pun menyatakan industri reksadana syariah Malaysia yang telah berkembang dengan baik akan berupaya menarik segala peluang yang ada, serta memperkuat posisinya di industri reksadana syariah global. Saat ini Malaysia memiliki 20 perusahaan yang bergerak di industri reksadana syariah, dimana 10 diantaranya adalah perusahaan asing, 8 perusahaan lokal, dan dua perusahaan patungan lokal dan asing.
- KNEKS dan Atsiri Research Center Universitas Syiah Kuala bekerja sama Mengembangkan Hilirisasi Bahan Baku Halal berbasis Minyak Nilam
- Bank Muamalat Catat Kenaikan Jumlah Transaksi Top Up Kartu Uang Elektronik Hingga 180,52%
- Asosiasi DPLK dan DPLK Syariah Muamalat Inisiasi Sinergi Ekosistem Syariah bagi Sektor Informal
- Bank Muamalat Sukses Raih Dua Penghargaan di Ajang TOP GRC Awards 2026
Total aset industri keuangan syariah global diperkirakan telah mencapai 2 triliun dolar, terdiri dari perbankan syariah, sukuk, asuransi syariah dan reksadana syariah. Industri perbankan syariah mendominasi aset keuangan syariah global dengan pangsa pasar 80 persen dan sukuk 15 persen. Baca: 2015, Aset Keuangan Syariah Global Lampaui 2,5 Triliun Dolar

