Dana murah tumbuh 30-40 persen.
Otoritas terus mendorong industri perbankan syariah untuk memanfaatkan jaringan bank konvensional yang menjadi induknya demi memperluas jangkauan akses layanan perbankan syariah. Pada tahun lalu, unit usaha syariah (UUS) Bank Danamon pun cukup optimal memanfaatkan jaringan tersebut.
Direktur Syariah Bank Danamon Herry Hykmanto mengatakan, pada 2016 pihaknya fokus memanfaatkan jaringan konvensional Bank Danamon. “Di 2016 seluruhnya sudah selesai dilakukan dan pertumbuhan bisnis syariah tahun lalu mencapai 22 persen,” katanya dalam Pemaparan Kinerja Bank Danamon Tahun 2016, Rabu (1/3).
[bctt tweet=”Dana murah Bank Danamon Syariah tumbuh 30-40%” username=”my_sharing”]
Pemanfaatan jaringan induk pun turut berkontribusi bagi penghimpunan dana pihak ketiga di UUS Bank Danamon, terutama dana murah (tabungan dan giro). “Penghimpunan dana tumbuh cukup bagus, yaitu sebesar 22 persen, sementara untuk dana murah tumbuh 30-40 persen,” ujar Herry.
Di tahun ini, UUS Bank Danamon pun akan terus mengedepankan pemanfaatan jaringan kantor cabang konvensional Bank Danamon. “Dengan model target diarahkan sesuai dengan fokus bisnis induk, yaitu usaha kecil dan menengah (UKM) dan ritel,” ungkapnya. Secara keseluruhan, pada tahun lalu Danamon membukukan pertumbuhan dua digit pada segmen UKM.
Di akhir 2016, Bank Danamon mencatat dana pihak ketiga sebesar Rp 105 triliun. Rasio giro dan tabungan tumbuh dari 43 persen pada 2015 menjadi 46 persen pada 2016. Sampai 31 Desember 2016, Bank Danamon memiliki jaringan sekitar 1.800 yang terdiri dari kantor cabang konvensional, unit Danamon Simpan Pinjam, unit syariah dan kantor cabang anak perusahaannya.

