Suka ngemil saat bekerja? Atau, sembari asyik menonton film? Sepertinya mengudap camilan sudah menjadi kebiasaan sebagian besar masyarakat dunia. Ribuan jenis camilan pun tersebar di seluruh dunia.

Berdasar survei yang dilakukan oleh Nielsen, jenis makanan manis seperti coklat, permen dan permen karet menduduki peringkat teratas di Eropa (46,5 miliar dolar) dan Timur Tengah/Afrika (1,9 miliar dolar). Snack gurih berkontribusi lebih dari seperlima pada penjualan snack di Asia Pasifik sebesar 13,7 miliar dolar, snack dingin (puding, es krim, dan yogurt) berkontribusi hampir sepertiga di Asia Pasifik (13,7 miliar dolar), sedangkan kue memegang porsi seperempat dari total snack di Amerika Latin (8,6 miliar dolar).
Walaupun kudapan manis masih menjadi favorit banyak orang, jenis snack kraker, kripik pita dan kue beras mulai menyelinap dengan pertumbuhan 21 persen tahun lalu di Amerika Latin. Sedangkan kudapan daging seperti dendeng tumbuh 25 persen di Timur Tengah/Afrika dan 15 persen di Amerika Utara. Yogurt dan puding meningkat 6,4 persen di Asia Pasifik, sementara salsa dan hummus naik 6,8 persen di Eropa.
- BCA Syariah Permudah Akses Pembiayaan Rumah, Kendaraan dan Emas di BCA Expoversary 2026
- CIMB Niaga Dorong Masyarakat Travel Ala Global Citizen Lebih Efisien via Cathay Travel Fair 2026
- Bank Mega Syariah Umumkan Pemenang Poin Haji Berkah Tahap 3
- BSI Resmi Naik Kelas Sebagai Persero, Mayoritas Pembiayaan ke Segmen Konsumer dan Ritel
Executive Vice President Global Professional Services Nielsen, Susan Dunn, mengatakan pertumbuhan jenis makanan ringan non gula yang mulai menguat menunjukkan kerangka pikir konsumen mulai berubah. “Walau kue dan gula-gula masih mendominasi penjualan snack, inovasi yang mengarah ke kudapan yang lebih sehat dan mudah diakses diperlukan untuk menyesuaikan dengan dinamika yang terus berubah,” kata Dunn, dilansir dari laman nielsen, Senin (27/10).
Jenis camilan yang lebih sehat memang kini mulai digandrungi masyarakat dunia. Saat diberi pilihan 47 snack berbeda, 18 persen responden global memilih buah, diikuti oleh coklat (15 persen), yogurt (6 persen), roti/sandwich (6 persen), keju (5 persen), keripik kentang/keripik tortilla (5 persen), sayuran (5 persen) dan es krim/gelato (4 persen). Baca Juga: Meretas Sukses dengan Talas Bogor
Saat ngemil kebanyakan orang memang tak hanya memilih satu jenis camilan saja. Dalam jangka waktu 30 hari, setidaknya lebih dari setengah responden mengonsumsi coklat (64 persen), buah (62 persen), sayur (52 persen), biskuit/kue (51 persen), roti/sandwich (50 persen) dan yogurt (50 persen). Sebanyak 4 dari 10 responden memilih keju (46 persen), keripik (44 persen), dan kacang (41 persen), sedangkan sekitar seperempat responden memilih mi instan (26 persen).
“Konsumen ingin camilan sehat, tapi tetap enak. Adanya pemahaman yang lebih baik mengenai permintaan dan kebutuhan konsumen sembari melihat preferensi profil demografis akan membantu produsen menemukan keseimbangan portofolio yang tepat antara kesenangan saat ngemil dan camilan yang sehat. Hal ini juga akan meningkatkan peluang keberhasilan dalam lanskap bisnis yang sangat kompetitif ini,” papar Dunn.
Lalu, berapa sebenarnya nilai bisnis camilan seluruh dunia? Nielsen mencatat penjualan snack global sampai Maret 2014 sebesar 374 miliar dolar, meningkat dua persen dari tahun ke tahun. Mayoritas pasar snack ada di Eropa (167 miliar dolar) dan Amerika Utara (124 miliar dolar). Sementara di Asia Pasifik 46 miliar dolar, Amerika Latin 30 miliar dolar, dan Timur Tengah/Afrika 7 miliar dolar.
Walaupun penjualan snack di tiga kawasan terakhir lebih rendah dari Eropa dan Amerika Utara, pertumbuhan penjualannya lebih tinggi. Di saat pertumbuhan bisnis snack di Eropa datar-datar saja dan di Amerika Utara tumbuh 2 persen, pertumbuhan snack di Asia Pasifik naik 4 persen, Amerika Latin 9 persen dan Timur Tengah/Afrika 5 persen.
Berikut adalah 10 snack terfavorit di setiap kawasan dunia:


