Pemerintah Myanmar diminta untuk menghentikan kekerasan kepada ethis Rohingya.
Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghuchu Indonesia (Matakin), Uung Sendana menyesalkan kekerasan yang terjadi pada etnis Rohingya.
Menurutnya, tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan. “Kami turut prihatin, mudah-mudahan tidak dibawa ke pertentangan agama di Indonesia,” kata Uung dalam pernyataan sikap bersama tokoh-tokoh agama di Kantor CDCC, Jakarta, Kamis (7/9).
Uung meminta kepada pemerintah Myanmar agar menghentikan kekerasan kepada etnis Rohingya. Ia juga berharap pelaku kejahatan tersebut untuk diadili.
- CIMB Niaga Syariah Perluas Akses Layanan Perbankan Syariah di Bogor, Resmikan Digital Branch
- CIMB Niaga Syariah Luncurkan Program Jumat Baik, Perkuat Komitmen Melangkah Sesuai Kaidah
- Bank Muamalat Catat Pertumbuhan Volume Transaksi Ziswaf 24,75% via Muamalat DIN
- BSI Fest Ramadan 2026 Digelar di 9 Kota Besar, Tawarkan Diskon Umroh
Senada dengan Uung. Tokoh agama Hindu, Nyoman Udayana juga mengutuk kekerasan kepada etnis Rohingya. Nyoman mengatakan, umat Hindu juga merasakan penderitaan yang dialami umat Islam di Rakhine.
“Kami mengutuk kekerasan, Ahimsa ada cinta untuk menyelesaikan kekerasan,” tegasnya.
Dirinya mengatakan, umat Hindu juga selalu berdoa agar kedamaian segera dirasakan oleh ethnis Rohingya. Pemerintah Indonesia juga diharapkan turut berperan aktif dalam menciptakan kedamaian di wilayah Rakhine, Myanmar.

