Pakar politik dan pengamat kebijakan publik, Dr. Syahganda Nainggolan menilai mega korupsi Jiwasraya ini adalah kejahatan terorganisasi yang nilainya fantastis.
#MegaKorupsi di Indonesia menurutnya, di era Habibie, Rp 400 M, era SBY, Rp 6,7 T, dan era JKW, Rp 32 T bahkan bisa lebih jika melihat Asabri.
Sayangnya, Syahganda melihat ada kecenderungan mengarahkan kasus Jiwasraya ini sebagai bukan kriminal, tapi sekadar salah kelola.
Kecenderungan ini tak terlepas dari kenyataan bahwa ini semua permainan kekuasaan. “Ini sebernarnya menggali dana-dana politik, itu hukum kekuasaan, cuma ada tren cuma ada tren jaman Habibie Rp 400 Miliar, SBY Rp 6,7 Triliun, sekarang Rp 32-an T ditambah #ASABRI bisa jadi Rp 50-an Triliun”, kata Syahganda,
- Masjid Al-Ikhlas PIK Dibuka, Usung Islamic Classical Architecture Padukan Keindahan, Kesederhanaan dan Kekhusyukan
- CIMB Niaga Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Pelajar di 2026
- “D-8 Halal Expo Indonesia 2026”, Tegaskan Komitmen Indonesia dalam Mendorong Ekonomi Halal
- BSI Catat Penjualan Emas Tembus 2 Ton, Nasabah Nikmati Kenaikan Harga
Mega Korupsi Jiwasraya juga telah menjadi virus, menurutnya. Karena semua pemain saham terkait dengan Beny Tjokro.
Ini adalah paparan Dr.ٍSyahganda Nainggolan pada Sarasehan DN-PIM 17 bertema “Mega Skandal Korupsi Uang Rakyat”, Jakarta, Kamis, 5 Maret 2020.
Acara diadakan oleh Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (DNPIM).
Selengkapnya bisa dilihat di video di bawah ini:

