Perempuan Indonesia hendaknya lebih banyak berkontribusi di bidang politik. perjuangan kaum perempuan dibidang politik dapat mendorong semangat pembangunan ekonomi dan sosial.

Dalam Acara memperingati Hari Perempuan International itu, hadir para Menteri Menteri perempuan, antara lain Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa dan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya.
“Saat ini sudah banyak kaum perempuan menghadiri kegiatan politik, tapi hanya duduk diam, dan kemudian pulang tanpa menyertakan gagasan dan pemikiran.” Tambah sang putri proklamator Bung Karno.
- CIMB Niaga Luncurkan OCTO Arena di Jakarta, Perluas Pengalaman Lifestyle Padel Nasabah dan Masyarakat
- BPKH dan Bank Muamalat Jaga Silaturahmi dengan Jurnalis Medan
- BCA Syariah Catat Pertumbuhan Aset 17,2% YoY, Perkuat Dampak via Inisiatif Sahabat Berkahmu
- Bank Muamalat Gelar Silaturahmi dan Diskusi bersama Para Jurnalis Medan
Lebih lanjutnya, ia mengatakan tahun ini merupakan penentuan bagi kaum perempuan dalam menuntut penerapan hak mereka. Sebabnya, tahun ini menjadi tahun dimulainya pemerintah baru. “Janji-janji politik pada masa kampanye telah disampaikan, dan kita semua berharap akan pemenuhan janji politik itu.” Tutur Megawati
ia menuturkan sekarang saatnya memintah pemerintah memperkuat kebijakan, politik yang mendukung pemenuhan hak-hak perempuan demi perbaikan nasib perempuan. Menurutnya, sejumlah kebijakan dan undang-undang yang tengah diperjuangkan perempuan untuk pemenuhan hak pada tahun ini ialah UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, revisi UU untuk TKI, UU Penyandang Disabilitas, UU Penghapusan Kekerasan Sexual dan revisi UU tentang Perkawinan.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan bahwa yang perlu disadari perempuan ialah perubahan itu dapat dicapai melalui perjuangan. ” Saya pikir ini bagus. Hak wanita bila tidak diperjuangkan, tidak mungkin bisa didapat. Jadi, siapa yang bisa mengubah? ya wanita itu sendiri.” Tutup Bu Menteri

