Ustad Ahmad Baihaqi Qosim saat memberikan tausyiah kepada warga binaan Lapas Gunung Sindur, Jawa Barat, Selasa (7/3).

Membentang Kebaikan, Dompet Dhuafa Membina Warga Lapas

[sc name="adsensepostbottom"]

Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang tidak mengulangi kesalahan masa lalunya.

Puluhan orang hampir memenuhi separuh luas masjid yang dikelilingi pagar tinggi berwarna abu-abu dengan kawat duri di bagian atasnya. Mereka adalah warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur, Jawa Barat, pada Selasa (7/3).

Terlihat khusus, mereka  membaca shalawat hingga terdengar hampir di semua sudut Lapas. Usai bersholawat, mereka mendengarkan siraman rohani  dari Ustad Ahmad Baihaqi Qosim, Pembina keagamaan Lapas Gunung Sindur, yang merupakan utusan dari Lembaga Pelayana Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa.

“Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya dan sebaik-baik manusia adalah orang yang tidak mengulangi kesalahan masa lalunya,” ucap Baihaqi dalam keterangan resminya yang diterima MySharing, Minggu (12/3).

Pada kesempatan ini, lelaki yang sudah hampir setahun aktif mengajari warga binaan tentang Agama Islam ini bercerita, bahwa respon petugas  dan warga binaan di Lapas Gunung Sindur sangat positif. Baihaqi bersyukur karena  selama dirinya memberikan bimbingan, sambutan mereka begitu hangat. Ya, ini karena mungkin mereka  menyadari sangat butuh kegiatan-kegiata agamis dengan nilai-nilai mulia agama.

Selama membina kerohanian dan keagamaan mereka, Baihaqi melihat ada banyak potensi yang di miliki warga binaan. “Saya melihat banyak potensi di sini. Ada yang jago buat kaligrafi, bikin seni rupa dari koran, di samping masjid ada gubuk yang mereka buat sendiri. Ini bukti bahwa mereka punya antusias belajar jadi orang yang lebih baik yang perlu kita publikasikan ke luar,” ujarnya.

Tanggapan positif juga disampaikan Iwan Setiawan, Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Gunung Sindur. Menurutnya, LPM Dompet Dhuafa sangat membantu program pembinaan di lapas ini. Dari awal lapas ini dioperasikan Dompet Dhuafa sudah menemani kami lewat Ustad Nurhidayat dan sekarang dilanjutkan Ustadz Baihaqi.

“Ini sangat membantu khusunya dalam pembinaan keagamaan Islam. Karena tidak ada petugas lapas di sini bahkan mungkin di lapas lain yang punya latar belakang sarjana agama atau jebolan pesantren dan semacamnya,” kata Iwan.

Respon serupa diungkapkan Abdul Hakim, salah satu warga binaan Lapas Gunung Sindur. Hakim mengaku bahwa setelah belajar agama bersama Baihaqi banyak pelajaran positif yang ia dapat, seperti tentang ibadah, Al-Quran dan kerohanian. “Saya Sekarang punya keyakinan bahwa saya bisa jadi orang yang lebih baik ketika keluar nanti,” ujar Hakim sambil berlinang air mata.

Dengan mengirim pembina-pembina kerohanian dan agama Islam ke lapas-lapas, LPM Dompet Dhuafa bisa ikut berkontribusi untuk memberdayakan warga binaan. Sehingga ke depannya, setelah keluar nanti mereka menjadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat bagi sesama.