Dengan sertifikasi green building, Menara BNI diharapkan jadi role model gedung ramah lingkungan yang menginspirasi investor.

Direktur Utama BNI Achmad Baiquni menuturkan, konsep green yang akan diimplemetasikan antara lain adalah Ruang Terbuka Hijau (RTH), serapan tangkapan hujan yang maksimal, penyediaan parkir sepeda, serta fasilitas shower yang mendukung bike to work. Efisiensi penggunaan energi, dengan passive design dan active design, serta daylight sensor yang secara otomatis mematikan lampu saat cahaya matahari cukup terang, serta penggunaan bahan-bahan ramah lingkungan.
Menurut Achmad, penerapan konsep-konsep green tersebut akan menurunkan konsumsi energi sampai dengan 30 persen dibandingkan dengan gedung konvensional. Gedung ini tidak menambah beban saluran air kota dengan konsep zeo run-of rainfall, dan mengeliminir sick building syndrome yang saat ini sering dialami oleh karyawan kantoran.
” Dengan sertifikasi green building, kami mengharapkan Menara BNI akan menjadi role model gedung ramah lingkungan yang akan menginspirasi investor lain untuk menanamkan modal dengan membangun gedung berkonsep Green Building,” ungkap Achmad.
Dengan segala fasilitas tersebut, diharapkan nantinya nasabah dapat lebih nyaman di lokasi baru dengan area yang lebih luas serta fasilitas yang lebih lengkap. Adapun keunggulan Menara BNI, disampaikan Achmad, antara lain adalah menerapkan konsep menara yang menyerupai siluet tunas atau bambu yang merepresentasikan perkembangan BNI yang terys menuju puncak dalam konteks pertumbuhan ekonomi Indonesia dan Asia Tenggara yang bersinergi.
”Pembangunan Menara BNI juga menjadi perwujudan misi untuk memberikan layanan prima dan solusi yang bernilai tambah kepada nasabah. Sehingga visi BNI untuk menjadi lembaga keuangan yang unggul dalam layanan dan kinerja dapat terwujud,” tegas Achmad.

