Hampir tiga dekade industri keuangan syariah telah hadir di Indonesia. Aliansi strategis pun dinilai sebagai sesuatu yang mutlak demi membangun industri keuangan syariah yang dapat berkontribusi bagi pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Sementara, lanjutnya, berdasar laporan Ernst and Young 2013-2014 keuangan syariah Indonesia disebut sebagai industri yang tumbuh pesat. Walau pangsa keuangan syariah masih di bawah 10 persen, Indonesia memiliki kapasitas intelektual yang dapat membawa industri keuangan syariah ke tahap lebih baik dan maju. “Untuk pengembangan keuangan syariah Indonesia tugas selanjutnya adalah membangun aliansi strategis antar komunitas. Ini mutlak diperlukan untuk meningkatkan kualitas industri keuangan syariah agar semakin berkembang dan berkontribusi bagi perkembangan ekonomi nasional,” jelas Bambang.
Kementerian Keuangan pun bekerjasama dengan Ikatan Ahli Ekonomi Islam melalui kajian pengembangan pendidikan dan sosialisasi ekonomi Islam. “IAEI aktif dalam forum riset dan seminar nasional terkait ekonomi Islam yang bertujuan untuk mendorong budaya penelitian. Ini menjadi media penukaran ide dan uji konsepsi pemikiran untuk diterapkan di industri keuangan syariah,” kata Bambang, yang juag merupakan Ketua Umum IAEI ini.
- LAZ BMM Terima SK Perpanjangan Izin Operasional dari Kementerian Agama RI
- Meriahkan Iduladha 1447 H, Bank Muamalat Hadirkan Semarak Qurban Muamalat 2026
- Bank Muamalat dan BMM Bangun Musala untuk Penyintas Bencana di Aceh
- CIMB Niaga Resmikan Layanan Berbasis Digital Ask OCTO via OCTO App dan WhatsApp Chat/Call
Ia memaparkan sejak krisis subprime mortgage pada 2008 telah banyak pihak yang melirik sistem keuangan syariah. Bambang pun menilai ekonomi syariah telah menjadi sistem yang baik untuk menjaga stabilitas keuangan karena melarang ketidakpastian dan spekulasi, serta mengutamakan berbagi risiko daripada mengalihkan riisko dan melarang money for money.
“Sistem keuangan syariah mengutamakan prinsip keadilan. Prinsip yang dianut ekonomi Islam mendorong keseimbangan dan terpenuhinya rasa keadilan yang pada akhirnya menciptakan stabilitas, serta merupakan sistem yang tepat untuk keuangan inklusif yang memperkuat stabilitas ekonomi nasional,” kata Bambang.

