Menkeu Berharap di tahun 2018, Momentum Perekonomian Akan Tetap Terjaga

[sc name="adsensepostbottom"]

Momentum perekonomian terlihat cukup baik terutama pada kuartal ketiga tahun 2017 dengan indeks manufaktur dan perdagangan global yang mengalami momentum peningkatan.

Hal tersebut adalah sebagai salah satu capaian APBN 2017 yang diungkapkannya pada acara Dialog Perkembangan Makro Fiskal 2017 dan langkah-langkah Kebijakan Makro Fiskal 2018 di Mezzanine Gedung Juanda I Kementerian Keuangan pada Senin (08/01/2017). Ungkap Sri Mulyani Indrawati.

Mysharing.co melihat yang hadir adalah pengusaha, perwakilan asosiasi, pemimpin redaksi, analis, ekonom, akademisi dan pengamat ekonomi yaitu Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roselani dan juga Ekonom Bank Permata Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Mandiri Anton Gunawan, Ekonom Senior Bank Mandiri Andry Asmoro, Ekonom Bank Danamon Dian Ayu, Ekonom Senior StanChart Aldian Taloputra, VP Corcom dan Ekonom Senior BNI Ryan Kiryanto serta Pengamat Perpajakan Yustinus Prastowo.

Sri Mulyani Menuturkan “Kebijakan pemerintah baik dari sisi fiskal, moneter, riil agar dapat berjalan bersama-sama untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi namun di sisi lain harus bisa menjaga stabilitas harga terjaga. Ini juga sangat penting didalam untuk menjaga daya beli masyarakat. Ini yang perlu terus kita benarkan atau kita koreksi sehingga tidak menimbulkan rasa pesimisme.”

“Peningkatan dari global terlihat dalam perekonomian kita. Ekspor kita meningkat dan juga impor kita juga meningkat,” jelasnya.

Di 2017 kuartal keempat, Pemerintah akan melihat konsumsi rumah tangga dan juga dari sisi investasi serta ekspor yang diharapkan momentum yang kuat ini akan terus terjaga dan berkesinambungan di tahun 2018.

Sri Mulyani lanjut menjelaskan “Inilah yang menjadi fokus dari pemerintah adalah bagaimana menjaga momentum perbaikan investment dan ekspor ini terus terjaga pada tahun 2018 dan kita siap untuk menggunakan semua instrumen. Kita juga melihat bahwa policy mix pemerintah baik dari sisi fiskal, moneter, riil bisa berjalan bersama-sama untuk bisa menjaga momentum pertumbuhan ekonomi namun tetap dengan stabilitas harga terjaga. Ini juga sangat penting di dalam untuk menjaga daya beli masyarakat. Ini yang perlu terus kita benarkan atau kita koreksi sehingga tidak menimbulkan rasa pesimisme.”

Pemerintah optimis dan yakin bahwa ekonomi Indonesia akan terus bergerak menuju lebih baik pada tahun 2018. Dalam asumsi APBN 2018 ditetapkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4%, inflasi 3,5%, tingkat suku bunga SPN 3 bulan 5,2%, nilai tukar rupiah Rp13.400 per US$, harga minyak mentah Indonesia US$ 48 per barel, lifting minyak 800 ribu barel per hari (bph), dan lifting gas sebesar 1,2 juta barel per hari setara minyak.

Menkeu berharap di tahun 2018, momentum akan tetap terjaga meskipun harga minyak dan inflasi harus tetap diantisipasi.

“Kalau kita lihat dari APBN 2018 maka kita akan langsung lihat meskipun belum mulai tahun fiskal adalah harga minyak sudah diatas 50 jadi kita sudah melihat ada deviasinya, tapi kita tetap berharap inflasi tetap bagus dan terus momentumnya juga akan terjaga,” harapnya.