Menteri Koperasi dan UKM – AAGN Puspayoga menyatakan bahwa keberadaan pasar tradisional haru bersih dan higienis.

“Harus ditata lokasi pedagang berdasarkan jenis produk, sehingga memudahkan para pembeli. Selain itu, harus jelas limbah pasar dan sampah dibuang kemana. Itu harus dimenej dengan baik, sehingga pasar tetap terlihat bersih dan higienis,” tegas Menkop UKM Puspayoga saat meresmikan Pasar Berehun di Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Sabtu (28/11) akhir pekan lalu.
Puspayoga mengakui bahwa Pasar Berehun bukan tempat yang asing baginya. Sebelumnya, beberapa bulan lalu dirinya sudah pernah datang kesini.
“Sekarang sudah terlihat beda. Sudah dibangun bagus dan bersih. Dan para pedagang pun sudah mulai masuk dan berjualan,” puji Menkop.
- CIMB Niaga Business Summit 2026 Usung Vision Made Possible Dukung Perusahaan Indonesia Tumbuh Berkelanjutan
- Prudential Syariah Luncurkan Asuransi Jiwa PRUCare 360 Syariah
- Pembiayaan Emas Bank Muamalat Melonjak Signifikan, Tembus Rp1,9 Triliun
- BSI Perkuat Ekosistem Wakaf Produktif, Dorong Potensi Rp180 Triliun Jadi Kekuatan Ekonomi Umat
Puspayoga berharap agar Bupati Belitung lebih banyak lagi membangun pasar tradisional di wilayahnya. Karena, keberadaan pasar tradisional merupakan bentuk ekonomi kerakyatan yang nyata.
“Semakin banyak pasar tradisional semakin bagus bagi adanya pemerataan kesejahteraan. Sehingga, giri rasio atau tingkat kesenjangan kesejahteraan bisa semakin mengecil,” jelas Menkop.
Selain itu, lanjut Puspayoga, para pedagang pasar tradisional juga harus membentuk sebuah wadah, yaitu Koperasi Pasar sebagai pengelola pedagang dan pasar tersebut.
“Koperasi merupakan induk dari ekonomi kerakyatan. Seperti diamanatkan Presiden Jokowi agar kita membangun ekonomi rakyat melalui koperasi, serta kembali ke Pasal 33 UUD 1945,” ujar Puspayoga seraya menyebutkan bahwa Kemenkop dan UKM tengah menjalankan program Reformasi Total Koperasi yang meliputi rehabilitasi koperasi, reorientasi koperasi, dan pengembangan koperasi.

