Menteri Agama Tutup Musabaqah Hafalan Al Qur’an dan Hadist

[sc name="adsensepostbottom"]

Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin secara resmi menutup Musabaqah Hafalan Al Qur’an Tingkat Nasional Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Alu Su’ud Rahmahullah ke IV di Gedung Kemenag Jakarta, Rabu (11/3).

musabakoh tutupDalam sambutannya, Lukman mengatakan, Kemenag memberikan aspirasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak atas kerjasama dan dukungannya terselenggara Musabaqoh Hafalan Al Qur’an dan Hadist. Musabaqah ini sebagai wujud mengembangkan dakwah, tarbiyah, dan ukhuwah serta mempercepat hubungan persahabatan kerjasama Indonesia dengan Arab Saudi dalam bidang pendidikan agama dan budaya.

Menag menuturkan, Musabaqah Hafalan Al Qur’an dan Hadist sangat bermanfaat dalam rangka memelihara kecintaan umat kepada Al Qur’an dan Hadist, serta menumbuhkan kesadaran kita dalam menggali hikmah yang terkadung didalamnya sebagai inspirasi membangun masa deman umat Islam yang gemilang.

Diharapkan umat Islam dapat meraih kembali puncak-puncak gemilangnya peradaban pada abad-abad mendatang, seperti kejayaan masa lampau, jika kita benar-benar kembali kepada Al Qur’an dan Hadist. Hal tersebut sangatlah penting, karena telah banyak dikemukan secara analisa sebab-sebab kemunduran umat Islam. Salah satunya adalah meninggalkan Al Qur’an. “Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia telah menjelaskan tentang perkara yang nyata di dunia maupun perkara yang gaib di akhirat,” tegas Menag.

Menurutnya, sains dan ilmu merupakan pengetahuan yang salah satu isinya pokoknya tearkandung dalam kitab suci Al Qur’an. Bahkan, Allah SWT telah meletakan garis-garis besar sains dan ilmu pengetahuan dalam Al-Qur’an. Oleh karena itu, Menag berpesan bahwa umat Islam perlu menguasai ilmu-ilmu keagamaan yang berkaitan dengan Al Qur’an (ulumul Quran), dan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan hadist (ulumul hadist), serta tidak lupa ilmu penunjang lainnya. Baik melalui jalur pendidikan formal, non formal maupun informal. “Diharapkan Musabaqoh ini dapat membangkitkan motivasi generasi muda Muslim di Indonesia sebagai generasi Rasul yaitu “rahmatan lil’alamin” yang handal dan berkualitas,” pungkasnya.

Acara ini dihadiri Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Syekh Mustafa Ibrahim Al Mubarak, para Duta Besar Negara Islam, Dirjen Bimas Islam Machasin, Dirjen Bimas Katolik Eusabius Binsasi, Dirjen Bimas Buddha Dasikin dan Kabalitbang dan Diklat Abdurahman Mas’oed.

Perhelatan Musabaqah hafalan Qur’an dan Hadits Tingkat Nasional Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Alu Su’ud ini merupakan salah satu program pemerintah Indonesia yang  bermula dari gagasan Kerajaan  Arab Saudi pada tahun 2006. Pemerintah Indonesia dalam hal ini juga ikut mendukung dengan memfasilitasi acara seperti menyediakan dewan hakim dan dewan juri.