Dari kiri ke kanan: Bambang Nurcahyo – Direktur Finance Merck Indoensia, Holger Guenzel – Direktur Kesehatan Konsumen Merck Indonesia, Martin Feulner – Presiden Direktur dan Direktur Bahan Kimia Merck Indonesia serta Evie Yulin – Direktur Merck Serono
Dari kiri ke kanan: Bambang Nurcahyo – Direktur Finance Merck Indoensia, Holger Guenzel – Direktur Kesehatan Konsumen Merck Indonesia, Martin Feulner – Presiden Direktur dan Direktur Bahan Kimia Merck Indonesia serta Evie Yulin – Direktur Merck Serono

Merck Indonesia Bukukan Penjualan Tahunan Rp 1.2 T di Tahun 2013

[sc name="adsensepostbottom"]

PT Merck Tbk atau dikenal sebagai Merck Indonesia membukukan penjualan tahunan sebesar Rp 1,2 triliun pada tahun 2013 atau meningkat sebesar 28% dibandingkan tahun 2012 senilai Rp 930 miliar. Perusahaan yang dikenal sebagai perusahaan terkemuka dalam bidang inovasi dan produk berteknologi tinggi di sektor farmasi dan kimia. ini juga meraih kinerja yang positif sepajang 2013 dengan pertumbuhan pencapaian laba komprehensif Rp 175 miliar, meningkat 62% dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp 108 miliar. Sementara itu, dari total penjualan bersih perseroan, Divisi Obat Resep Merck Serono memberi kontribusi sebesar 46%. Sedangkan Divisi Bahan Kimia 38 %, dan Divisi Kesehatan Konsumen sejumlah 16%. Fakta tersebut dipaparkan dalam acara konferensi pers Laporan Kinerja Keuangan PT Merck Tbk tahun 2013 di  Kantor PT Merck Tbk, Jakarta, pada (20/3/14)

Dari kiri ke kanan: Bambang Nurcahyo – Direktur Finance Merck Indoensia, Holger Guenzel – Direktur Kesehatan Konsumen Merck Indonesia, Martin Feulner – Presiden Direktur dan Direktur Bahan Kimia Merck Indonesia serta Evie Yulin – Direktur Merck Serono
Dari kiri ke kanan: Bambang Nurcahyo – Direktur Finance Merck Indoensia, Holger Guenzel – Direktur Kesehatan Konsumen Merck Indonesia, Martin Feulner – Presiden Direktur dan Direktur Bahan Kimia Merck Indonesia serta Evie Yulin – Direktur Merck Serono

Menanggapi pertumbuhan kinerja bisnis yang cukup signifikan tersebut, Martin Feulner, Presiden Direktur Merck Indonesia mengatakan “Meskipun diterpa krisis ekonomi, kami mengapresiasi jajaran Direksi dan seluruh karyawan atas kerja keras dan dedikasi mereka yang membawa hasil luar biasa, baik dari sisi kinerja operasi maupun kinerja keuangan. Kinerja keuangan 2013 kami ditandai dengan adanya pencapaian penjualan sebesar Rp 1.2 T.” Martin Feulner sendiri adalah Presiden Direktur baru Merc Indonesia menggantikan Markus Bamberger semenjak 20 Maret 2014. Adapun direksi baru lainnya adalah Holger Guenzel sebagai Direktur Divisi Kesehatan Konsumen (Consumer Health).

Bila kinerja diuraikan secara per divisi, maka berikut data kinerja per divisi yang diraih perusahaan yang pada tahun 2013 lalu berhasil meraih penghargaan “APAC Oncology Franchise value award” untuk Erbitux dalam Regional Medico-Marketing Meeting (RMM) Erbitux di Bangkok. Divisi Bahan Kimia terdiri dari dua unit bisnis yakni Divisi Merck Millipore dan Divisi Performance Materials. Pada tahun 2013, Divisi Bahan Kimia berhasil mencapai tingkat pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 12%, melebihi tingkat pertumbuhan pasar yang hanya 6% dengan angka penjualan sebesar Rp 458 miliar, atau mempresentasikan kenaikan 28% dibandingkan tahun 2012 yakni Rp 359 miliar.

Divisi Farmasi terdiri dari dua unit bisnis yakni Divisi Kesehatan Konsumen dan Divisi Obat Resep Merck Serono. Divisi Kesehatan Konsumen bertanggung jawab atas produksi, pemasaran dan distribusi obat-obatan “Over-The-Counter” (OTC) yang tersedia untuk konsumen tanpa resep dokter. Divisi Kesehatan Konsumen berhasil mencapai tingkat pertumbuhan 32% melebihi pesaing internasional lainnya sebesar 15% berdasarkan data International Pharmaceutical Manufactures Group (IPMG) OTC Market. Dan pada tahun 2013, penjualan Divisi Kesehatan Konsumen naik dari Rp 166 miliar menjadi Rp 186 miliar. Divisi Obat Merck Serono bertanggung jawab untuk produksi dan pemasaran obat yang hanya dapat dikonsumsi dengan resep dokter. Pada tahun 2013, penjualan Divisi Obat Resep Merck Serono meningkat 36% dari Rp 405 miliar menjadi Rp 550 miliar.

Hingga saat ini, Merck Indonesia terus melakukan inovasi di bidang perawatan dan kesehatan. Merck Indonesia optimis dapat meningkatkan performa bisnisnya di tahun 2014 dibawah kepemimpinan Presiden Direktur yang baru, Martin Feulner. *