Ketua Umum MUI Din Syamsudin, saat pertemuan pra KUII di kantor MUI Pusat Jakarta, Jumat (30/1). foto: MUI

MIUMI Usulkan MUI Bentuk Majelis Syuro

[sc name="adsensepostbottom"]

Majelis Intektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) mengusulkan dibentuknya Majelis Syuro umat Islam. Usulan ini diharapkan bisa disyahkan pada Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke enam yang akan diselenggarakan di Yogyakarta pada 8-11 Februari 2015.

Ketua Umum MUI Din Syamsudin, saat pertemuan pra KUII di kantor MUI Pusat Jakarta, Jumat (30/1). foto: MUI
Ketua Umum MUI Din Syamsudin, saat pertemuan pra KUII di kantor MUI Pusat Jakarta, Jumat (30/1). foto: MUI

Dalam pertemuan pra KUII di kantor MUI Pusat Jakarta, Jumat (30/1), Sekjen MIUMI Bakhtiar Hamzah mengakui bahwa KUII masih baru pada titik kebersamaan, sehingga perlu diperkuat dengan pembentukan Majelis Syuro. Ini dikarenakan kelemahan umat Islam di Indonesia saat ini karena tidak adanya Majelis Syuro yang dipatuhi oleh semua umat Islam. “Pembentukan Majelis Syuro untuk menghindari pengambilan keputusan secara liar,” kata Bakhiar, dalam rilisnya yang diterima MySharing, Senin (2/2). Baca juga: Muslim Indonesia Terus Berkurang

Perwakilan Persatuan Umat Islam (PUI) mengusulkan agar KUII dapat menelorkan subtansi untuk mengangkat derajat umat Islam, termasuk juga membahas penurunan kepercayaan umat Islam terhadap ulama. Untuk itu perlu dibentuk Majelis Syuro yang bisa menjadi rujukan semua umat Islam. Menurutnya, selama ini MUI sudah menjadi rujukan namun sifatnya parsial.

[su_pullquote align=”right”]”Saya sepakat dengan usulan pembentukan Majelis Syuro, sehingga nantinya bisa diterbitkan rekomendasi tertulis yang subtantif dan fundamental untuk merombak sistem.”[/su_pullquote]

Ketua Umum MUI, Din Syamsudin menyambut baik usulan tersebut. ”Saya sepakat dengan usulan pembentukan Majelis Syuro, sehingga nantinya bisa diterbitkan rekomendasi tertulis yang subtantif dan fundamental untuk merombak sistem, meskipun sebelumnya akan dibahas panitia penyelenggara kongres,” kata Din.

Sementara anggota DPD RI AM Fatwa mendukung agar KUII ini tidak ditunggangi oleh pemerintah, meskipun dari sejarahnya yang membentuk MUI adalah pemerintah. “Namun jiwa MUI adalah mengakomodasi umat Islam dalam menempuh islah setelah masyumi dibubarkan,” ujarnya.